Yogyakarta, 10pm

Selain hari ini memang tanggal pms, hari ini juga aku merasa semua yang tertahan dan aku berusaha abaikan mengalir ke permukaan satu persatu. Mungkin selama ini aku selalu terlihat diam, tapi itu karena aku tahu kapan waktu yang tepat untuk mengeluh; yaitu saat aku sendirian. Buat apa menunjukkan ke manusia ketika kita kecewa?

Meski kadang rasanya aku ingin bilang bahwa aku bukan robot yang disakiti apapun bakal selalu gak apa apa. Aku juga manusia yang punya hati, meski aku gak percaya kepada siapa aku bisa menunjukkan itu.

Siang ini aku bicara sama Siti lewat WhatsApp. Entah kenapa kalau lagi mess up aku jadi impulsif. Siti bilang mau nonton di Ciwalk. Kalau aku disana pasti langsung ikutan. Tapi karena jauh, aku beli tiket di jogja city mall pukul 18.35.

Sambil menunggu, aku melihat lihat lensa kontak; satu kacamataku hilang tempo hari. Sambil menunggu kacamata berikutnya, kurasa aku akan kembali pakai softlens. Kali ini berwarna coklat gelap, semoga tidak terlihat jelas.

Maghrib tiba, aku ke mushola. Egoisnya manusia adalah, ketika capek baru inget Allah. Aku gak tau harus apa, akhirnya buka Quran agar menemukan relief.

Dan benar, setiap down, membaca ayat tentang akhirat membuat lega. Lega bahwa dunia ini sebentar kok. Semua akan berakhir dan aku ga akan selamanya disini. Alhamdulillah. Kadang aku pengen bilang, ya Allah, boleh gak aku skip aja partku di dunia. Udahan dulu. Terlepas apakah nanti disurga atau neraka. Tapi semoga kita semua selalu mendapat kasih sayang Allah.

Aku menonton knives out; film yang cukup keren, mengenai pemecahan misteri pelaku pembunuhan. Fav genre since I was SD.

Sehabis nonton aku berniat belanja untuk puasa esok hari. Niat utama puasaku untuk menghindari orang orang saat makan siang; terlalu jujur untuk tulisan ini, tapi aku memang mau jujur.

Sehabis itu, aku diam dipelataran lobby luar jogja city mall dan mendengarkan live music hingga pukul 10. Rasanya sangat menyenangkan dan melegakan, karena emosiku yang tertahan selama ini perlahan keluar. Tadinya aku mau pesan grab, tapi aku ingin pulang malam.

Aku tahu, shofia di usia 22 tahun lebih kuat daripada ini. Dia pasti ngatain alay buat aku hari ini yang tidak berhenti bercucuran air mata saat menonton live music; karena lagu lagunya lagu bahagia.

Aku ingin segera minggu depan, untuk cuti dua minggu. Semoga semua kerjaan beres dan tidak ada panggilan dadakan di hari cutiku. Semoga aku bisa menetralisir semua emosiku yang tertahan, dan bertemu semua orang yang ingin aku temui.

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas