What to hold & what to let go

Perdebatan dikalangan umat Islam–meskipun banyak yang keliatan
sepele– tapi rasanya tiada habisnya. Seperti urusan pengucapan
halal-haram pada hari raya kepercayaan lain, masalah fikih, masalah
jilbab dengan punuk unta, sampai kasus mau doain siapa; doain palestina suriah vs
doain Paris yang tempo hari terkena musibah.

Kalau mau pinter mah, padahal Allah udah mengatur semua hal dalam
hidup kita; mulai dari masuk WC yang sepele banget, ada
aturannya. Yaitu masuk pake kaki kiri, sambil berdoa dijauhkan dari
jin laki-laki dan jin perempuan. Atau bercermin, ada doa agar akhlak
yang kita miliki sebaik fisik yang telah Allah titipkan pada kita.
Atau istinja; aturannya yaitu harus dilakukan sebanyak 3 kali atau
ganjil. Bukan hanya hal kecil, hal besar seperti pemerintahan pun
sudah ada aturannya dalam Qur’an. Atau tentang jual beli, riba, hukum,
dan hal-hal berat lainnya.

Tapi toh permasalahan dalam hidup manusia cukup kompleks karena
pikiran manusia emang ada-ada aja keunikannya. Justru itulah, Allah
sengaja nyiptain akal untuk dipake berfikir. Hal-hal mendasar yang
harus kita pegang prinsipnya sudah tertera dalam Qur’an dan Hadist.
Lalu sisanya? Gunakanlah akal–jika ulama sudah tidak bisa menjawab.

Persepsi bisa berbeda-beda tapi hal penting yang mesti dipegang jangan
sampai lupa hanya karena urusan yang mestinya bisa dipikir sendiri–dan akal tiap orang berbeda. Kalau beda, ya ga mesti debat.
Kalau ternyata aturannya udah jelas, ya ingetin yang lain dengan cara
baik. Karena dakwah bukan dengan marah-marah yang bikin pihak-pihak
lain tersakiti.

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Satu pemikiran di “What to hold & what to let go”

Lewat ke baris perkakas