Tides

Mungkin kamu abai, begitupun aku. Surut bertambah beberapa mili untuk tahun ini, ketika bumi ingin bernapas sejenak melepas semua yang tertahan dalam dirinya. Maka Lombok menjadi tujuannya. Sebagaimana dia menjadikanmu.

Gelombang panjang pasang dan surut memiliki kesabaran tidak terbatas. Mengitari duniamu ribuan tahun dengan seksama dan tetap setia. Di tempatku ia datang pukul 12 dan 6, mestinya kaupun begitu. Memang begitulah bulan mengajarkan bertahan pada laut dan langit. 

Toh katamu juga memang sabar tidak pernah ada batasnya. Tapi aku tidak setuju, barangkali tsunami ialah batas dari kesabaran itu sebagaimana aku juga memilikinya. Bukankah tsunami itu nenek moyang pasang surut? Sayangnya,

Bukan.

ngasal dan tidak ilmiah, Serpong 030918

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas