Awalnya iseng nemu judul ‘self transformation’ berdurasi satu jam, niatnya sebagai pengantar tidur sambil nyambi beberes. Tapi ternyataaa isinya bagus banget, maka mari kita bahas pelan pelan. Karena kalo ga ditulis ga akan nempel.

Sebuah speech dari Nouman Ali Khan, linknya ini: https://www.youtube.com/watch?v=9J6dxR6wkjg

Relationship with Allah SWT

How do you see Allah? How is it God in your perspective?

Dijawab langsung sama Allah dalam QS Al-Jumuah:1; He’s The King, The Pure, The Authority, and The Wisdom.

Kedengerannya biasa aja, kita udah tau kalau Allah punya 99 nama (asmaul husna), tapi disini dijelasin rinci oleh beliau mengenai keempat nama tersebut. Wah banget sih…….. tapi aku gatau apakah tulisan ini bisa merefleksikan dengan benar akan apa yang aku dengar tadi

  1. The King/Raja.
    Raja adalah simbol kekuasaan, Dia lah yang paling tinggi. Bayangin kita ada di negara kerajaan, tentu kita akan respect, hormat, bahkan takut kepada raja. Raja juga memiliki aturan-aturan kerajaan yang harus kita patuhi. Sama kaya Allah juga, kita harus nurut sama aturanNya, sekaligus takut, respect, hormat. Ada sense protocol, formality, and respect for His royalty dari kita kepada ‘The King’. Kita ngga bisa ngasal saat berhadapan dengan raja, baju sembarangan dan jalan sembarangan, pasti ada ‘protokol’ tertentu untuk menghadapNya–and we should respect that.
  2. The Pure
    The pure adalah seseorang yang innocent, tidak memiliki niat buruk, genuine, truthful. Ini didapat jika kita memiliki relationship/friendship. When someone gets you, and they don’t have any intention to hurt you, they just cheer you up, try to understand you, isn’t it warm? Inilah Allah, yang memiliki genuine relationship with you. Allah ga ada kepengenan menjahati kita, Allah ga ada sirik atau benci ke kita–sebagaimana kita bisa dapat dari manusia. Tapi Allah adalah sesuatu yang sangat dekat dan bersahabat. His advice is sincere and pure. Terhadap “sesuatu” yang sangat pure seperti itu, kita akan otomatis bisa truthful juga dan percaya sama Allah sekaligus menjadikan Allah sebagai your best companion.
  3. The Authority
    Including dignity, honor, and respect. Allah memiliki kekuasaan dan aturan-aturan benar dan salah. He has the power to give orders and make decisions. Sehingga penempatan kita sebagai hamba terhadap The Authority adalah obey Him with respect, udah. Kita nurut karena Dia lah yang punya batasan benar dan salah, bahkan memiliki kekuasaan untuk membalas ketidak adilan. Beda dengan manusia, kalo manusia saat punya otoritas mereka ga respek dengan orang lain, tapi Allah punya aturan sekaligus “respect” terhadap hambaNya.
  4. The Wisdom
    Allah is All Knowing, Dia tahu segalanya, sehingga Allah adalah Maha Bijaksana–The Wisdom. Jika kita bersama seseorang yang sangat wisdom (misalnya teacher, atau siapapun), we won’t spent any moment without absorbing and capturing his wisdom. Dan untuk dekat dengan seseorang yang ‘wisdom’ juga tidak mudah. Perpaduan inilah yang membuat kita akan sangat menghargai dan memanfaatkan betul-betul kebersamaan kita dengan orang tersebut. Dan Allah pun seperti itu. He’s a Priceless Company.

Dari keempat nama tersebut, bisa disimpulkan ada dua jenis relationship kita dengan Allah:

ps. maap agak blur 

The King dan The Authority —> menunjukkan ada distance antara kita dengan Allah, karena Allah memiliki segala kerajaan dan otoritas. Kita yang cuma hamba memiliki such a greattt distance towards him. Kita harus respect, hormat, takut, nurut, dan terhadap sesuatu yang kita anggap “tinggi” itu rasanya kaya ga bisa dekat. Ya bayangin aja kita sama presiden gitu, kan jauh juga, apalagi sama Allah.

The Pure dan The Wisdom —-> menunjukkan ada closeness, friendship, relationship antara kita dengan Allah. Kenapa? Karena sesuatu yang trutfhul, genuine, pure, dan wisdom, ngga akan bisa didapat kalau kita jauh. Kita hanya akan mendapatkan itu jika dekat dan intimate. Sehingga Allah ga mungkin jauh karena Allah adalah sesuatu yang sangat bersahabat dan sangat mengerti kita.

Keren……….apakah ada sesuatu yang bisa kaya gini? Allah itu jauh tapi sekaligus dekat. Ini adalah hubungan yang hanya akan dialami oleh Tuhan dan Makhluk; Allah dan kita. Kalau ke sesama manusia, kita ga akan bisa mendapat keduanya bersamaan. Saat ada distance kekuasaan, misalnya, ya susah untuk bisa jadi teman terpercaya. Atau saat dengan teman dekat, ya ga ada respek-respeknya karena udah saling mengenal.

Ini berlanjut ke pembahasan mengenai self-transformation dan bagaimana Allah mengajarkan nabi-nabinya. Semuanya linked secara sempurnaaaa banget bahkan ini hanya didapat dari dua ayat doang; QS 62:1-2.

Tapi kalau dilanjut sampai ke self transformation terlalu panjang, mungkin besok dilanjut, kalau ngga ya berarti ngga…..

Simpulan dari self-transformation (dicopas dari komen):

1 – Study Fatiha – to understand how amazing quran is
2 – Divine speech – You now want to know about the rest of quran so that you now understand this is truly from Allah
3 – Thematic Overview – Bird eyes view of the quran and its main points
4 – Concise commentary – Explaining what surahs mean in drops, the daily dose of quran
5 – Deeper look – Taking a step towards getting closer of understanding surah doesn’t matter if you don’t reach the end as long as you began the journey

The three steps
1 – miracles – Ayats of Allah – Fatiha
2 – purifies them – Thematic overview and concise commentary of quran
3 – law and wisdom – A deeper look – Remember the quran is a reminder

Getting closer to Allah with the quran think of it like a ciriculum with no ending you can continously learn from it forever, it’s a straight path

Hang in there, no matter how much it hurts or no matter how much life overwhelmed you,
hang on there, and keep doing the right things