Tentang Temanku, Meryl

Kota itu mendung lagi
Diruang tamu rumahnya, Meryl termenung lagi
Meryl selalu menikmati kesendiriannya
Tapi tidak untuk hari ini
Ayah&Ibu sedang bekerja
Meryl mengerti
Seperti difilm-film itu,
Meryl adalah anak tunggal kesepian

Mendung dikota itu tiada berujung
Hujan belum datang
Tapi kilat dan gemuruh terus bersahutan
Meryl ketakutan
Selalu, ketakutan itu tak dapat dibagi
Merly mulai kedinginan
Membeku diselimuti kecemasan
Hatinya tersayat kesepian
Air mata mulai menumpahkan ketakutan dalam dirinya

Seseorang mengetuk pintu dengan keras
Meryl waspada, saat ini banyak orang jahat
Perlahan Meryl membuka pintu

Segala sakit dalam dirinya terobati
Rasanya, mendung itu mulai pergi
Hangat mulai menjalar

Ternyata, obatnya hanyalah ia
Ia yang mengetuk pintu
Ia yang mau mendengarkan
Ia yang menutupi keakuannya
Ia adalah kehangatannya

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas