Merangkum kajian Hanan Attaki 2 hari lalu.

Sungguh Allah Maha Pembolak-balik hati. Maha Menggerakkan. Niscaya kita bisa lihat sekarang kalau kajian anak muda rasanya udah lebih-lebih dari sholat ied. TSM yang mesjidnya mayan aja udah tumpah tumpah sampe keluar parkiran. Pun malam tadi di Masjid Gedhe Kauman, pendatang datang sampe ke alun-alun belakang-belakang. Siapa yang membuat ini semua terjadi? Allah. Mudah bagi Allah untuk menggerakkan hati manusia untuk bergerak ke tempat yang sama.

Persatuan ummat Islam bukanlah hal yang mustahil, karena dengan acara seperti ini saja sudah banyak yang mau gerak. Tapiiii bukan berarti kita harus satu dalam segala hal sisi kehidupan. Mahzab ada 4, bukan berarti harus jadi satu. Pun organisasi Islam gatau ada berapa, tapi juga ga perlu jadi satu.

Jadi apa yang harus bersatu?

Dalam Quran, setiap ayat-ayat mengenai persatuan, pasti Allah bicara mengenai “persatuan hati”. Seperti bersatunya muhajirin dan anshor. Persatuan hati ini yang dimaksud adalah (mungkin kamu sering denger) ketika ada yang sakit, maka seluruh kita akan ikut panas-dingin dan tidak bisa tidur. Ada rasa ingin saling menyembuhkan. Kita bagaikan tubuh, yang setiap organnya berbeda dan saling melengkapi. Gak mungkin semuanya berubah jadi jantung, atau lambung, atau mata.

Tidak perlu mengungkit-ungkit perbedaan bahkan sampe jadi bahan berantem. Hargai perbedaan selama kita masih sesama muslim. Dari hal kecil semisal perbedaan qunut, hingga perbedaan milih presiden (hadeu).

Yang paling penting, kita memang harus cari pergaulan yang kelak saling menyelamatkan di akhirat. Kalau di surga tidak saling menemukan, panggil dan selamatkan agar bisa bersama. Itu adalah makna sebenar-benarnya sedalam-dalamnya dari perkataan: that’s what’s friends are for.

:”

— 14.17, mager. Wisday dan tidak datang.