Revisi dari postingan ini : savingtips

Oke, investasi yang sedang banyak dilakukan hari ini salah satunya adalah: reksadana. Di tulisan sebelumnya pun aku tulis bahwa mungkin reksadana syariah bisa jadi salah satu pilihan investasi. Tetapi, sore tadi aku mencairkan semuanya. Padahal baru minggu kemaren aku beli satu produk lagi. Alhasil malahan rugi karena kena administrasi.

Gak tau kenapa tadi aku membiarkan youtube jalan sendiri, dan malah berujung ke video-video tentang riba. Dulu sebelum melakukan investasi reksadana, aku juga nyari dasarnya apakah itu halal atau haram. Aku nonton yang sumbernya dari bareksa dan bibit, yaiyalah dibilang halal. Emang sih sekarang sistem keuangan sedunia emang ga syariah, dan susah juga untuk bersih sebersih-bersihnya. Tapi kalo ga perlu-perlu amat, mending kita hindari. Karena hal hal yang haram yang mengalir dalam tubuh kita bakal ngaruh ke kehidupan kita.

Jadi dari hasil nonton tersebut simpulannya adalah: ga usah investasi macem-macem. Apalagi kalo ngga ngerti kehalalannya. Intinya kita makan dengan apa yang kita usahakan, bukan dari keuntungan-keuntungan yang ga kita keluar keringatnya. Mungkin ada beberapa yang bilang halal, tapi lebih baik cari aman aja– kalo aku sih.

Lalu disarankan seperti apa investasi yang aman?

Ternyata bukan emas. Emas ga bisa dibilang investasi karena bahkan harga beli dan jualnya aja beda. Dia hanya bisa digunakan untuk menjaga dari inflasi. Cara paling kuno ya dengan tanah atau properti.

Berhubung lagi sibuk nonton, jadi sekian revisinya. Intinya adalah aku udah mulai lega mencairkan semua reksadana dan mulai unfollow semua akun finacial yang dirasa ga sepemahaman. Padahal dulu rasanya seru nonton vlog-vlog mereka. Tapi yaudah, hamdalah jadi ga usah ribet kan ya mikirin beli produk apa. Bye.