Day 19: Ramadhan, Waktu Terbaik Untuk Membangun Kebiasaan

Hidup seseorang adalah gabungan dari seluruh kebiasaan-kebiasaannya. Adapun Ramadhan ini, mengingat durasinya 30 hari, merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan.

Sering juga kan, kita dengan sebuah riwayat bahwa “seseorang akan meninggal sesuai dengan kebiasaannya”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُبعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap orang akan dibangkitkan sesuai kematiannya.” (HR. Muslim)

Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrauf al-Munaawy rahimahullah berakata:

أي يموت على ما عاش عليه ويبعث على ذلك

Maksudnya adalah ia mati karena sesuai dengan kebiasaannya dan dibangkitkan sesuai itu. (at-Taisir Bi Syarhi al-Jami’ ash-Shaghir: 2/859)

Maka dari itu, sepatutnya kita nggak me-wajarkan semua kebiasaan buruk kita. Kalau ada kebiasaan buruk, kadang dipikiranku suka terlintas, “ya Allah aku ga mau mati pas lagi kaya gini” contohnya pas lagi buang-buang waktu atau pas lagi dengerin musiiiiik terus.

Mungkin gak salah sih, tapi akan jadi salah kaau nanti matinya lagi kayak gitu. Pengennya akhir hidup tuh kan lagi berbuat baik ya…

Semakin sering kita berbuat baik, semakin kebaikan menjadi kebiasaan kita, maka chance mendapat akhir yang baikpun semakin besar. Logika matematikanya seperti itu kan?

baca juga: Day 1: Aktivitas Produktif Sambil Nunggu Buka Puasa

Durasi untuk Membangun Kebiasaan

Seperti yang dibilang diawal, Ramadhan ini cukup pas untuk membentuk kebiasaan. Aku pernah baca bahwa waktu terbaik membangun kebiasaan adalan 30 hari, ada yang bilang 66 hari, macem-macem deh..intinya lebih dari 20 harian…(baca disini)

Kebiasaan Yang Dapat Dibentuk

Banyak kebiasaan yang dapat dibentuk ketika bulan Ramadhan ini, berikut aku berikan contoh-contohnya. Dimulai dari hal-hal yang kecil dulu, hingga hal-hal yang butuh effort lebih.

  1. Bangun sebelum subuh

Sekarang kita mengisi dengan sahur, nah nanti bisa kita isi dengan tahajjud dan witir.

2. Tadarrus banyak-banyak

Ketika bulan Ramadhan sehari ngaji satu juz rasanya gak berat, tapi hari biasa baru 3 halaman aja udah pengen udahan. Iya gak sih? Sehingga abis lebaran, kebiasaan ini jangan sampe putus. Kalau putus, nanti berat lagi untuk memulainya.

3. Dengerin (lebih baik baca) Al-Mulk sebelum tidur

Gini, di akhirat kita masih punya “chance” untuk dapat syafaat dan ampunan Allah. Tapi, di alam kubur, kita ditolong siapa? Gak ada kecuali diri sendiri (hasil kajian Ust. Khalid Basalamah).

Salah satu penolongnya adalah: rutin membaca Al-Mulk sebelum tidur. lebih baik lagi kalau dihapalin. Banyak keutamaan yang didapat kalau kita sering membaca Al-Mulk.

4. Perbanyak zikir

Ketika ada waktu kosong, jangan ngelamun. Langsung istighfar atau zikir-zikiran. Lumayan loh, beberapa detik tapi bisa jadi tabungan amal kita.

5. Perbanyak Sedekah

Sudah lihat kan, video terakhir dari ust. Arifin Ilham mengenai sedekah. Banyaak sekali keuntungan dari bersedekah. Secara fisik memang uang kita berkurang, tapi Allah menggantikannya berkali lipat dalam berbagai sisi kehidupan dunia akhirat kita.

Itu sedikit dari contoh amalan yang harus kita terus pertahankan terus. Jangan sampai euphoria lebaran membuat kita menutup semua habit yang sudah kita jalankan dengan mulus di bulan Ramadhan ini.

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

2 pemikiran di “Day 19: Ramadhan, Waktu Terbaik Untuk Membangun Kebiasaan”

Lewat ke baris perkakas