Qurrota A’yun

Didapat dari Mesjid Nurul Ashri Deresan oleh Hawariyyun.

Terdapat sebuah doa dalam Al-Qur’an agar kita dikaruniai keluarga yang menjadi ‘Qurrota a’yun’ yaitu QS. Al Furqon:74. Doa ini tentu gak asing lagi bagi kita dan juga sudah sangat lazim diberbagai acara.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa

Qurrota ayun dalam terjemahannya dituliskan sebagai ‘penyejuk mata’.

Dalam bahasa arab, ‘qurrota ayun’ ini terjadi ketika di gurun pasir terjadi badai pasir yang hebat. Bayangin, badai nya doang aja udah kewalahan kita manusia. Ini ditambah pasir panas yang kemana-mana. Nah, ketika seseorang sudah menemukan tempat aman dari badai tersebut, itulah yang dinamakan Qurrota ayun. Mau sebagaimana dahsyatnya badai diluar, tapi kita tetap merasa sejuk.

Begitulah maksud dari qurrota ayun dalam doa ini.

Kita bisa rasakan dan mungkin punya ketakutan sendiri melihat keburukan jaman sekarang. Kelakuan anak-anak yang bikin geleng kepala dan bikin istighfar sungguh gabisa diitung. Ada yang kecil-kecil udah melawan guru, pergaulan ga bener, dan seterusnya. Bahkan lingkungan kita sendiripun sebenarnya ‘seburuk’ itu namun karena lazim jadi biasa aja.

Itulah badai pasir diluar. Sejahat itu menjadikan mental dan kepribadian seseorang menjadi rusak dan ga beradab dan ga beragama. Misalkan kaya ibu-ibu yang dulu protes iklan blackpink. Sebenernya kayaknya b aja gak sih ga perlu lah selebay itu sampe protes segala.

Tapi kalo aku pikir lagi, misal kelak aku jadi seorang ibu, rasanya aku juga pengen memprotek anak-anak dari hal-hal negatif sekecil apapun. Mungkin sekarang aku ga peduli, tapi bisa jadi kalau sudah ‘merasakan’ punya amanah anak seperti ibu itu, bisa jadi aku ikut gak setuju…………

Refleksi qurrota ayun dalam keluarga adalah bagaimana meskipun luaran sana menyebarkan hal-hal yang negatif, tapi anak-anak dan pasangan kita tetap jadi ‘penyejuk mata’ yang berbeda dari orang-orang kebanyakan.

 

22:30

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas