Okay, ini adalah kelanjutan dari ini: Part 1: Prophetic Parenting

sumber: https://www.blanja.com

bagian II : Mendidik Anak Ala Nabi

  1. Menampilkan contoh yang baik. Anak peniru ulung terutama kepada orang tuanya. Saat masih kecil, kemampuan anak sangat besar untuk mengingat dan mengerti segala hal, lebih besar dari yang kita kira. Sementara kita sering melihat anak sebagai makhluk kecil yang tidak bisa mengerti atau mengingat. Well, jadi inget jaman masih kecil. Banyak rahasia-rahasia dan beberapa hal yang orang dewasa sepelekan, tapi bahkan sampe hari ini aku inget.
  2. Mencari waktu yang tepat untuk memberi pengarahan. Ga musti sepanjang waktu isinya nasehatin melulu. Waktu terbaik: saat dalam perjalanan, waktu makan, dan waktu anak sakit.
  3. Bersikap adil dan menyamakan pemberian anak. Terutama kalo punya adik/kakak tidak boleh terlihat pilih kasih karena dapat menimbulkan kedengkian.
  4. Menerima kebenaran dari anak. Mendengarkan dan menerima pendapatnya, dengan ini ia akan berani mengungkapkan isi hati. Kalau tidak, maka ia bisa tumbuh jadi pribadi yang dingin dan tertutup.
  5. Doa. Dan tidak mendoakan yang buruk untuk anak
  6. Membelikan mainan. Kriteria mainan: membuat jasmani sehat, menumbuhkan inisiatif dan rasa ingin tahu, mainan bongkar pasang, dan mendorong untuk meniru serta cara berpikir positif orang dewasa.
  7. Tidak suka marah dan mencela. Jika seseorang mencela anaknya, sebenernya dia mencela dirinya sendiri karena anak adalah hasil dari didikannya.

bagian III: Mempengaruhi akal anak

  1. Menceritakan kisah-kisah. Ini peringkat pertama sebagai landasan metode pemikiran yang berdampak positif, karena disenangi anak-anak. Catatan: kisah yang baik adalah kisah kenabian yang berpedoman pada kejadian nyata. Jauhkan dari khayalan. Wow noted banget buat jaman sekarang.
  2. Berdialog langsung ke inti masalah, tidak bertele-tele atau pakai banyak kiasan.
  3. Bicara sesuai kadar akal anak. Mengetahui kapan harus bicara, kalimat apa yang dipakai, dan pola pikir apa yang diungkapkan.
  4. Tanya jawab. Untuk merangsang pertumbuhan akal anak, meluaskan wawasannya, serta menambah semangat. Sehingga pikirannya menjadi terbuka
  5. Melatih dengan aktivitas. Menggunakan panca inderanya untuk melakukan suatu pekerjaan.
  6. Mengarahkan untuk meneladani Rasul. Masih kecil jangan disodorin artis-artis atau penyanyi-penyanyi, jadikan Rasul sebagai idolanya yang dicintainya.

bagian IV: Mempengaruhi jiwa anak

  1. Berteman dengan anak. Tanpa merasa canggung, sombong, tanpa tinggi hati dan angkuh. Bagus jika orang tua saling berkumpul dan membicarakan perkembangan anak agar saling terjaga dari lingkungan buruk.
  2. Menanamkan kegembiraan. Agar ia siap menerima perintah, anjuran dan pengarahan. Cara: menyambut kedatangan mereka, mencium dan bercanda, mengusap kepala, menggendong, memberi makanan, makan bersama.
  3. Mengadakan lomba dan hadiah bagi yang menang. Ini adalah metode untuk memberi kegiatan, mengarahkan bakat, dan kecenderungan anak. Selain itu, menumbuhkan jiwa sosial dan menjauhkan dari kesendirian.
  4. Memotivasi dan mendukung potensi anak. Contohnya dengan memberikan hadiah atau pujian. Pujian harus proporsional dan tidak berlebih lebihan.
  5. Bermain bersama anak. Dengan ini anak akan mengungkapkan apa yang dia pendam.
  6. Menumbuhkan rasa percaya diri anak. cara: menguatkan keinginan anak dengan membiasakan menyimpan rahasia dan berpuasa, membangun kepercayaan sosial, membangun kepercayaan ilmiah dengan belajar Quran, membangun kepercayaan finansial dengan menemani ortu berbelanja.
  7. Mengabulkan keinginan dan mengarahkan bakat. Makin kecil, maka keinginan anak semakin harus dikabulkan karena dia merasa yang ia minta adalah yang ia butuhkan.
  8. Pengulangan saat memberi perintah. Sebagai penekanan bahwa sesuatu itu penting, misal: sholat.
  9. Bertahap dalam pendidikan: pertama, tahapan menyaksikan, lalu tahapan kedua orang tua memerintahkan anak, dan tahap ketiga tahap hukuman.
  10. Memberi janji dan ancaman. Bukan ancaman yang menakutkan, tapi sekadar pengingat bahwa ada imbalan untuk amalan dan ada hukuman untuk kesalahan.

Lanjuuut part III……….*brb napas dan cuci piring dulu