Suatu hari aku sedang rapat lalu mendapat watsap  dari JNE yang mana dia naro paket depan kosan. Aku agak bingung soalnya perasaan lagi ga beli apapun. Ternyata, paket itu adalah buku yang zuper seriusss yang dikirim dari siti azizah! Judulnya prophetic parenting. Bukunya tebel banget. Aku pikir kayaknya aku bakal baca nanti ketika beneran udah ‘akan menghadapi’ hal seperti itu. Kalo liat daftar isinya, mantab sangat lengkap. Makasihhh siti luv!

sumber: https://www.blanja.com

Ternyataa hari ini sudah hampir mau selesai. Daripada nanti udah beres dan langsung terlupa, maka sekarang aku mau tulis per-partnya biar intisarinya ga langsung menguap. Total ada lima bagian. Ini terlepas dari dimasa depan aku bakal mengalaminya atau engga, terlepas dari segalanya, aku yakin ini akan berguna at least kalo ada ibu-ibu yang baca disini. Atau hikmah-hikmah lainnya juga bisa aku dapatkan, semoga.

bagian pertama bab I adalah: Nasihat untuk calon orang tua 

  • Rumah adalah tempat pertama seorang anak berkembang dan tempat dimana ia sangat mudah terpengaruh. Kata Rasulullah: Setiap anak terlahir fitrah, tetapi kedua orang tuanya yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Itulah kenapa wajib hukumnya lingkungan pertama seorang anak diliputi oleh segala sesuatu yang menumbuhkan kebaikan dan keagamaan dalam si anak.
  • Dalam Quran dikatakan, “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Allah akan bertanya kepada orangtua tentang anaknya di hari kiamat sebelum bertanya kepada anak tentang orang tuanya. Kata Ibnu Qoyyim: Siapa yang meninggalkan dan tidak mengajarkan hal bermanfaat untuk anaknya, artinya ia telah melakukan kejahatan yang sangat besar. Ketika orang tua melalaikan anaknya saat kecil, nanti mereka akan tumbuh tidak memberi manfaat untuk sekitarnya juga untuk kedua orang tuanya. Seseorang akan diminta pertanggung jawaban atas keluarganya.
  • Rumah tangga adalah benteng akidah islam, harus kuat luar dan dalamnya. Setiap anggota keluarga harus siap di posnya masing-masing. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan mencari seorang istri muslimah. Adapun bagi perempuan, ia sebaiknya mempelajari ilmu pengetahuan apa saja sebagai bekal. Kata Rasul: pahala perempuan akan sama seperti pahala orang berjihad ketika mencari keridhoan suaminya dan melayani keluarga dengan baik.
  • Menafkahi keluarga adalah wajib hukumnya dan jika ia meninggal dalam kondisi mencari nafkan, maka ia meninggal dalam keadaan diampuni.  Sedekah paling baik pertama adalah kepada keluarganya, kerabatnya, baru lain-lainnya.
  • Tujuan pernikahan bagi seorang muslim: memperbanyak jumlah kaum muslimim, menjaga diri dan mendekatkan diri kepada Allah, membangun generasi muslim, dan kelangsungan hidup manusia.
  • Karakter pendidik: tenang dan tidak buru-buru, lembut dan tidak kasar, hati yang penyayang, pilih yang termudah, toleransi, menjauhkan diri dari marah, seimbang dan proporsional, dan selingan dalam menasehati (tidak terus menerus menasehati).
  • Keutamaan mendidik: Seorang akan diangkat derajatnya setelah meninggal karena anaknya memohonkan ampunan, jika anak-anak melakukan kebaikan, pahalanya untuk kedua orang tua dan tidak berlaku jika melakukan keburukan.
  • Disisi lain, Quran memperingatkan tentang fitnak anak-anak: ketika seseorang mencintai anak anaknya berlebihan sampai meninggalkan perintah Allah. 
  • Saat seorang bayi lahir, disitulah setan akan datang, kebaikan dan keburukan akan bertempur. Orang tua harus memberi kebaikan sebanyak-banyaknya untuk menjauhi bisikan setan. Itulah kenapa bayi harus diazanin dan diiqomah setelah lahir, agar kalimat toyyibahlah yang pertama ia dengar.
  • Jika anak tumbuh dalam ketaatan, maka sekeluarga dapat bertemu kembali di surga.
  • Ini hadist yang deep: Allah tidak akan berbicara kepada hamba hamba yang berlepas diri dari kedua orang tuanya dan membenci mereka berdua, serta orang tua yang berlepas diri dari anaknya.

Bagian pertama bab II:  Metode mendidik anak hingga dua tahun

  • Doa untuk proses kelahiran: Ayat kursi, QS Al Araf:54, QS Yunus:3, surat Al Falaq, surat An Nass, QS Al Ahqaf:35, Qs An Naziat:46 dan QS Yusuf: 111
  • Mendidik sejak hari pertama kelahiran: mengeluarkan zakat fitrah, berhak menerima waris, pemberitahuan dan ucapan selamat atas kelahiran bayi, azan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri, berdoa dan bersyukur, menyuapi bayi dengan kurma (yang lembut dan dikit aja).
  • Mendidik di hari ke tujuh: memberi nama bayi, caranya: diambil dari nama orang sholeh, nama yang hurufnya sedikit, ringan dan mudah, nama yang memiliki makna yang baik. Setelah itu: mencukur bayi, aqiqah, khitan (boleh dimulai dari hari ke tujuh)
  • Mendidik dengan menyusui dan menyapih: waktu penyusuan dua tahun penuh untuk kesehatan fisik dan jiwa ibu dan bayi.
  • Kalau si anak belum bisa ke wc sendiri, maka ia tidak boleh dibawa ke mesjid.
  • Pemeliharaan anak saat kecil: ibu.
  • Pendidikan, manajemen finansial, pengarahan: ayah

Selesai. Itu hanya ringkasannya.

Hikmah pribadi yang aku dapatkan: berumah tangga itu ga sesepele ketemu antara dua orang saja, tapi mereka harus bisa bersinergi dan memiliki tujuan bersama yaitu menjadi keluarga yang dilindungi dari api neraka (point di bab I). Tujuannya pun mulia, yaitu untuk beribadah dan meneruskan generasi muslim. Misal jaman sekarang orang-orang udah pada ‘open minded’ dan mulai mempertanyakan apa enaknya nikah ketika isinya cuma saling nyusahin aja, merasa lebih bisa sendiri dan fokus mencapai achievement. Ingat bahwa dalam islam, pernikahan ga sekedar gitu doang, tapi banyak hikmah didalamnya. Selain itu, anak adalah seseorang yang sangat fragile dan sangat terpengaruh oleh apapun. Orang tua wajib mendidik, otherwise, setan yang akan banyak membisikkan pada si bayi. Ini adalah waktu sangat krusial dimana seseorang terbentuk pribadinya.