Ur own demon

Terkadang hidup ini kurang rasional dan terlalu banyak mikir. Orang lain kalo mikir biasanya jadi pinter, ini makin mikir makin kayak bodoh. Kukira aku doang, ternyata banyak temen temen yang juga ngerasain hal yang sama.

Kadang hal sesepele apapun bisa jadi bahan mikir malem hari. Salah ngomong yang terjadi bulan kemaren, tetiba malem muncul dan menimbulkan sesal. Padahal mungkin orang orang yang bersangkutan udah lupa.

Kadang aku perlu temen yang bilang, ‘jangan terlalu banyak mikir pi!’. Dan setiap org yg bilang gitu bener bener jleb rasanya, merasa dibangunkan dari tidur. Lalu aku sadar dan mencoba keluar dari pikiran sendiri.

Rasa ga enakan, rasa bersalah, semua nya ngabisin waktu dan bikin cape. Misalnya contoh sederhana, kalau aku moto dan update stori tentang runningan gagal. Semenit pertama, aman. Menit ke lima, mulai mikir ‘jgn2 aku sombong??’ Menit ke sepuluh, sadar diri ‘duh alay banget ni’. Menit 30, ‘kok aku sering posting yaa’. Menit 60, ‘duh kan masi ada temen temen yang belum kerja…’ jadi ga enak, lalu delet. Gitu hidup aku tiap hari, sangat wasting time and mind.

Yasudahlah, terkadang memang bersikap dan berpikir untuk ga peduli sangaat diperlukan. Sampe kadang zikirku dlm hati adalah: ‘bodoamat bodoamat bodoamat’. Eh tp teteup aja dipikirin.

A Portion of Yourlove

bismillah.. inspirasi dari live ig nya mesjid nurul ashri deresan 10.02.2019

ini pernah aku tulis juga tahun 2016 kalo ga salah, tetapi sudah dihapus karena overthinking.

ini mengenai porsi porsi dalam hati kita. Kebanyakan untuk siapakah? Kebanyakan orang biasa berdusta. Maka hal yang pertama perlu kita sadari adalah untuk sejujurnya jujur siapa saja yang menempati ruang-ruang tersebut? Siapa yang kita pikirkan terus menerus? Yang kita seneng banget kalau melihat dan mendengar dan mengetahui tentangnya? Yang menghabiskan waktu kita?

Ini hal yang bener-bener kita harus hati-hati. Karena yang dipertanggung jawabkan kelak adalah: pendengaran, penglihatan, dan hati.

Hal kedua yang menjadikan ini penting adalah: diakhirat kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai. Allah akan mengabadikan cinta kita, kepada siapapun. Dengan cara menyatukan kita dengan orang-orang tersebut.

Maka, akan bahaya kalau siapa-siapa yang menempati porsi ruang hati kita gak jelas apakah dia dicintai Allah atau enggak. Contoh real adalah ketika ngefans banget sama penyanyi/artis.

*menghindar*

Setelah tau hal ini jaman taun 2016 dulu, segera aku ngeunfolow taylor swift karena dulu super alay bet ngefensnya. Sampai suka ngedit fotonya ala ala anak remaja gitukan. Hh sungguh labil banget, padahal gak penting. Sekarang ya realistis aja lah, sesuka-sukanya kita sama pablic figur ya ga akan berguna juga malah wasting time~ Sejak itu, aku ga pernah ngefollow public figure dengan alasan karena suka orangnya, tapi kalaupun ngefolow karena kontennya sahaja.

Bukan ga berguna, tapi malah bisa jadi mereka akan nyusahin kita di akhirat. Kenapa nyusahin? Karena cinta kita kepadanya akan dibuat abadi oleh Allah. Kalau dia termasuk golongan yang gak disukai Allah, maka kita akan ikutan. Ntap. Mohon maap kalau gasuka konten ini, kamu mau ngehujat kpd sy silakan boleh :”(

Maka, hati-hati dengan hati. Hindarkan ia dari hal-hal yang mungkin gak Allah sukai. Hati adalah segala yang menggerakkan kita bukan? Ketika kita suka akan kita lakukan, ketika kita benci akan kita hindari. Akan berefek pada perilaku dan seluruh hidup kita.

*merapat*

Sehingga, yang perlu dilakukan adalah dengan mendekat dan mencoba mencintai orang-orang yang sudah pasti dicintai Allah. Rasulullah. Maka, balik ke paragraf awal, jangan sampai kita berbohong. Apakah bener yang selama ini suka kita bilang: cinta Rasul?

Bisakah dibuktikan? Dengan perbuatan yang manakah? Sekepo apakah kita dengan kisah hidup beliau? Apakah kita sering membaca dan menghafal hadistnya (maap ini ku juga bicara dengan diri sendiri).

Apakah kita lebih hafal tanggal lahir taylor swift drpada tanggal lahir Rasul? Apakah kita belain beli tiket konser jb daripada beli buku-buku kisah Rasul? *ini nyepet diri sendiri sj*. Apakah kisah percintaan taylor swift yang bikin pusing berhasil kita hapal diluar kepala padahal kebiasaan Rasul kita gak tau sedikitpun? Maka fix, kalau benar begitu, lisan kita yang selalu bilang cinta Rasul adalah bohong besar. :”(

Maka, kedua setelah menghindar dari idola-idola yang tidak membawa manfaat buat kita adalah dengan: merapat dan mengkepoi Rasul serta orang-orang soleh yang sudah di jamin, Bukan hanya sekedar tahu, tapi menerapkan semua perilaku dan kebiasaannya. Niscaya Allah akan mengabadikan cinta kita kepada Rasul, kelak. Aaaminnn!!!

22:16