Sial aku begitu benci kata ‘pencitraan’ hingga ke bulan

Seorang manusia telah lama dipuja dihadapanku
Ilmu yang naik dan sikap yang baik
dan tak lupa amalan tujuh turunan, dimilikinya
Aku pernah percaya

Hal paling membuat kemelut,
Saat teori-teori menjadi kata tapi tak pernah berwujud
Kalau kau bilang jangan lihat penganut,
Lalu kami si awam harus lihat pada siapa?
Bisa bisa aku tercemar oleh ide media

Kau yang pintar, oh dear
Rupanya merebut harta paling berharga
Yang dimiliki sebuah keluarga

Muak sudah mendengar nasihat
Dari manusia yang dipuja
Tapi aku punya sebuah rahasia
Oh dear, yang mana kau bisa seketika jatuh
Dari duniamu yang begitu tingginya

Sial aku begitu benci kata ‘pencitraan’ hingga ke bulan

Aku ingin menghentikan semuanya dengan kasar
Oh dear, yang merebut jiwa hingga rasa
Semoga kau disayang Allah 
Lalu kami bisa menyudahi segala resah

Sial aku begitu benci kata ‘pencitraan’ hingga ke bulan
Duniaku akan terbalik kalau aku
Mengeluarkan segala kalut dalam kalbu
Tentangmu dan yang sangat-tidak-mungkin ada dalam kamu

Oh dear, aku bahkan tidak bisa melawan dan berdiri
Aku terjebak dalam mualku sendiri