Minimalism #6: Menggunakan Menstrual Pad

Bukan bermaksud membicarakan hal-hal tabu, tapi menstruasi bukanlah hal yang ga boleh dibahas mengingat kita perempuan selalu mengalami ini tiap bulannya.

Kalau boleh ngitung, dalam sekali siklus mungkin kita bisa habis 1-2 bungkus pembalut, tergantung orangnya lah ya. Tetapi banyak dilematisme yang kerap kita jumpai dalam penggunaan tampons tersebut.

baca juga: Day 7: Make Up Natural Sehari-hari Untuk Hijabers

Permasalahan Penggunaan Pembalut

1. Udah sering denger kan, sebetulnya pembalut itu berbahaya dan sempat ada rumor bahwa mereka memakai pemutih dan bahan-bahan kimia. Takut ga sihhhh

2. Ada yang ‘terasa’ lebih sehat: yaitu anion, nina anion, dan yang agak mending menurutku adalah laurier slim (karena mix dengan bahan yang mirip anion). Tapi dibandingin pembalut biasa, yang ini jauh lebih mahal hampir dua kali lipat bahkan lebih.

3. Sampah dari pembalut, kebayang ga sih banyaknya kaya apa?

Sebetulnya dari semua kegelisahan yang bikin serem adalah bahayanya bagi kesehatan. Nah untungnya adalah jaman kini orang-orang udah mulai pada sadar sehingga ada beberapa alternatif untuk mengatasi pembalut yang gak sehat tersebut. Salah satunya adalah dengan: menstrual pad.

Penggunaan Menstrual Pad

Kalau boleh throwback sangat jauh, jaman dulu sebelum ada pembalut orang-orang pada pake apa sih? Yap, pake anduk guys. Pakai kain.

Nah seperti itulah kurang lebih menstrual pad itu. Kembali ke masa lalu. Pakai kain lagi. Tapi ya bukan sembarangan, mereka juga udah mikirin gimana biar higienis dan nggak bocor. Penggunaannya sama aja kayak tampons biasa. Dibagian terluar pakai kain yang anti air sehingga dia gak akan bocor.

Pertama ngedenger ide menstrual pad ini adalah di yutub para minimalist, yang kebayang awalnya sih mindblowing dan males banget. Kenapa males? Harus nyuci superrr bersih karena akan dipake lagi kan. Lalu takut juga karena belum pernah nyoba. Sekaligus bingung gimana makenya.

Setelah aku melakukan pencarian, ternyata aman kok dan penggunaannya juga gampang.

Contoh menstrual pad dari ig nya baby oz.

Adapun yang perlu diperhatiin adalah ngebersihinnya. Sebetulnya sama aja kok, kita pakai pembalut biasapun harus dicuci. Jadi gak terlalu berat lah. Hanya saja, sebelum dicuci biasa, pakai air anget dulu. Abis itu cuci biasa, pakai detergen yang tanpa pewangi dan pemutih.

Beli dimana?

Banyak sekarang di olshop yang menjual menstrual pad ini. Adapun kemarin aku coba beli di baby oz. Namanya baby arena dia juga jual popok baby. Kalau beli paketan bisa 150an kalo ga salah, tapi itu bisa dipake dalam tiap siklus sampe 1-2 tahun. Awet banget kan. Hemat pula pengeluaran kita yang biasanya abis kurang lebih 30-50k untuk tampons tiap bulannya.

Ada alternatif lain yaitu menggunakan menstrual cup. Tapi ngeliatnya ajapun aku belom sanggup, takut makenya wkwkwk. Positifnya ini lebih rapi dan kita jadi tau volume yang kita keluarkan tiap harinya. Plus nggak perlu terlalu ribet nyuci.

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas