K a k a

Aku berjalan di kala itu, ke rumah tetangga diujung jalan. Rupanya ada yang ngikutin, kucing kecil kuning bermata kuning. Bener bener cari perhatian. Dia tiduran di 5 meter didepanku, ketika aku lewat, ia lari sekencangnya. Berulang terus, pengen main kayaknya.

Akhirnya beberapa bulan terakhir si kaka dan si kembarannya; adik sering main kerumah bahkan sampai aku mandiin. Si kaka kucing yang lincah dan maaanjaaaaa banget.

Suatu hari si kaka keseleo. Sedih. Aku obati dia dikompres pake air hangat. Inget banget, dia ga mau makan. Akhirnya aku buka sarden buat manusia supaya baunya menyengat dan dia mau makan sedikit. Hamdalah.

Esoknya pukul 5, aku menengok si kaka. “Mooorniiing kakaaa”, teriakku sambil buka kamar. Si kaka ceria!! Dia nguap nguap meski belom bisa jalan. Aku kasih makan, eh lahap!! Lama lama sembuh deh!!

Tibalah hari aku harus keluar kota 3 hari bersama sekeluarga. Si kaka ditinggal dirumah tapi kami sediakan makanan banyak ditiap sudut.

Hari pertama, aku mimpiin si kembar kakak adik. Sampe sampe aku memohon mohon sama ayah supaya rumah dicek sama pak satpam, karena takut si kucing kenapa kenapa.

Sesampainya dibandung, si kaka ga mau makan. Perutnya kurus banget. Ia menyendiri dan menyendiri. Sampai akhirnya ia lemes parah dan kamipun ngasih makan si kaka pakai pipet buat kucing. Aku segera meluncur ke jangki petshop beli royal canin yang buat kucing sakit.

Di rumah, si kaka meski sakit tapi dia masih sender sender ke kakiku meskipun ia lemes :’) aaah sayangku. Biasanya kucing ga suka dipegamg2 kalo sakit. Tapi si kaka malah apet.

Setiap 15 menit aku kasih makan dan kuning telur serta lautan cap kaki tiga.

Aku berniat ke wc sebentar untuk bersih bersih. Pas turun dan manggil “kakaaa”, dia langsung bergerak. Oh malovvvv.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, setelah aku kasih kuning telur, ia menggeliat dan pergi menjauh. Aku panggil panggil tapi dia tetep lemes. Lama lama ia gerak gerak kesakitan. Dying. Aku berteriak, “kakaaa maaf aku gatau harus ngapain…..” aku kira dia kejang. Ternyata ia akan pergi selamanya.

Perutnya berhenti bernafas. Aku sentuh tangannya sambil manggil, “kaka..fokus kaka…bangun”. Eh tangannya bergerak untuk yang terakhir kalinya.

Ah kaka.

Tunggu aku disurga ya, seperti si zul.

😊😇

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas