How To Form A Habit

Akhir tahun paling pas rasanya buat refleksi dan mencari tujuan arah hidup tahun depan. Karena hidup tanpa keinginan atau target rasanya hampa, akan mengalir gitu aja, dan ga berkembang.

Seringnya, seperti yang kamu suka lihat dimana-mana, resolusi 2019 adalah resolusi 2018 yang isinya adalah resolusi 2017 padahal resolusi tahun 2016 yang dibuat tahun 2015…..terus aja gitu. Memang seru untuk berandai-andai dan bercita-cita. Tapi ketika itu hanya sebatas keinginan dan ga ada pergerakan, ya ngapain juga~~~

Mungkin ini beberapa tips dari apa yang pernah aku baca dan alami untuk menyelesaikan target hidup.

Realistis

Ketika ada keinginan yang terlalu jauh dan ga realistis, malah jadi males untuk mengejarnya.

Misalkan, target: tahun depan kuliah S2 di Eropa. Tapi tahun ini belum belajar bahasa, belum siapin persyaratan, belum paham mau kemana, belum ngobrol sama orang-orang berpengalaman, dan seterusnya. Sulit dong….. Misal juga targetnya tahun depan punya anak. Hee~i padahal ketemu jodoh aja belom.

Sehingga target seharusnya merupakan hal-hal yang realistis dan dapat tercapay supaya kita ga gampang menyerah.

Sadar saat ini kita berpijak dimana dan kemampuan sekarang seperti apa

Misal resolusi tahun depan adalah shaum daud sepanjang tahun, tahajjud 12 rakaat, dan dhuha 12 rakaat. Bagoooes, tapi…coba agak berkaca dulu, sekarang kita kayak gimana sih? Kalau sekarang pun sholat masih bolong-bolong, ya akan capek banget ngejar itu semua.

Mulai dari target kecil 3 bulan pertama: sholat ga bolong. lalu target 3 bulan selanjutnya: sholat tepat waktu. Dilanjut lagi: Tumaninah, lalu sholatnya selalu berjamaah, dilanjut harus sholat rawatib, daaaan terus naik naik tapi pelan-pelan. Daripada sekaligus semua sholat sunnah dilakuin tapi hanya bertahan seminggu. 

Komit dan dilakukan terus menerus (1 bulan)

Namanya habit, tentu pengennya lama-lama aktivitas tersebut dilakukan bisa tanpa sadar dan ga perlu effort sebesar ketika kita memulainya. Aku dapat dari buku How To Master Your Habit, bahwasanya kenapa alasan ramadhan dilakukan selama 30 hari, yaitu agar supaya semua hal baik yang dilakukan saat itu bisa menjadi habit kita setelah lebaran. Meski kenyataannya susah juga yaaa abis lebaran malah back to jahiliyah lagi 🙁

Referensi lain yang aku tonton dari youtube mengatakan bahwa waktu untuk membiasakan sebuah habit baru adalah: 66 hari. Ya….mari kita coba sebulan dulu, semoga lama-lama semakin ringan. Karena inilah the power of istiqomah.

Bukankah kita juga sering sekali mendengar bahwa: akhir hidup seseorang mencerminkan kebiasaan dan kecintaan saat hidupnya seperti apa dan kepada apa.

Kalau kita ingin berakhir dengan laa ilaha illallah, maka kebiasaan kita juga harus menuju kesana. Kalau kita terus memikirkan hal-hal berkebalikan, tentu ga aneh kalau lidah kita kelu, karena kita belum terbiasa.


19.45, hamdalah bisa liburan dan ga ikut survei~~

Please follow and like us:
0

46 tanggapan untuk “How To Form A Habit

  1. Mbakk .. aku jadi ketawa tawa miris gitu baca tentang resolusi 2019 sebenarnya resolusi 2018 yang sebenernya resolusi 2017 dsb itu. Iya, ngerasain sendiri. Betapa banyak resolusi tahun tahun lalu yg ga selesai dan akhirnya jadi resolusi tahun ini utangan yang dulu itu. Hikss ..

  2. Pas sampai di sini kayak ditempeleng euuy:

    “… akhir hidup seseorang mencerminkan kebiasaan dan kecintaan saat hidupnya seperti apa dan kepada apa!”

    Satu lagi…

    Aku pikir, menjadikan sesuatu habit itu perlu 21 hari, ternyata 66 hari ya, mba

  3. Wah mau coba ah tipsnya, sebulan dulu, lalu 66 hari 😀
    Ada habbit yg emang ingin aku ubah. Makasih ya mbak sharingnya, moga aku bisa berhasil 😀

  4. Bener banget nih, good habit harus terus diulang-ulang agar menjadi kebiasaan. Kita pun jadi tidak berat lagi menjalankannya karena lama2 udah jadi kayak kebutuhan gitu ya.

  5. dari pengalaman, awalnya kudu dipaksa melakukan satu hal baru selama 10 hari berturut-turut. Kalau bisa lanjut 21 hari. Efektifnya 3 bulan maka udah bisa jadi kebiasaan.
    trus, one bite at a time. Ga perlu muluk-muluk melakukan banyak hal.

  6. Saya juga sedang berusaha keras membiasakan hal2 baru agar bisa dicontoh oleh anak-anak nantinya. Memang penting bgt ya mba karena kebiasan kita akan membentuk perilaku dan karakter 🙂

  7. Iya ya, kalo mau mengubah kebiasaan, emang agak sulit kalo langsung dadakan gitu ya *kek tahu bulet aja* haha. Tapi kalo dengan perlahan-lahan dan konsen dulu dengan yang terkecil dan termudah, baru naik kemudian naik tingkat 🙂

  8. Ada banyak keinginan dan harapan yang belum aku wujudkan nih, kak. Aku tuh sebel kalau semisal rasa malas itu melanda diriku yang akan membuat segala keinginan dan harapan tidak bisa dicapai.

  9. Ada juga yang bilang 21 hari. Entah yang mana yang betul, tapi good habit sebaiknya memang selalu dilakukan. Bahkan, kalau udah bertahun-tahun, sehari aja sengaja nggak melakukannya, bisa bubar kebiasaan itu. Entah kenapa.

  10. Makasih ya mbk sdh diingatkan melalui kalimat ini “akhir hidup seseorang mencerminkan kebiasaan dan kecintaan saat hidupnya seperti apa dan kepada apa”. Mgkin hal ini dan mulai thn dpn akan aku masukkan resolusi utk bekal akhirat bukan lg yang bersifat duniawi melulu.

  11. Tiap akhir tahun mesti bikin resolusi yang bagus2 dalam hal ibadah, tapi nggak pernah komit 🙁 Kujuga sedih kenapa susah sekali komit ya? Padahal kalau udah mulai dilakukan, insyaAllah akan terbiasa nantinya kan?

  12. qiqiqiiqiqiq, autongakak baca paragraf awal-awal mba, hahaha
    Resolusi 2019 adalah meneruskan resolusi 2018 yang dibikin di tahun 2015 wakakaka

    Emang penyebab utamanya tuh realistis, seumur2an baru 1 kali semua resolusi saya tercapai, karena emang realistis.
    Trus tambahan lagi, kudu dibuat plan, dan dicatat lalu evaluasi, sudah seberapa jalannya resolusi kita?

    Dan kurang setuju dengan habit untuk resolusi.
    soalnya belum pernah ngarus di saya hahaha.
    Habbit yang baik itu emang lebih baik dilakukan sejak kita kecil, apa yang menjadi habbit waktu kecil suliiitt diubah.
    Kalau hanya konsisten 1 bulan masih sulit dibuat habbit.
    Misal, saya resolusinya rajin jogging.
    Saya beneran rajin jogging lohh, gak pernah absen selama 3 bulan pertama.
    4 bulan kemudian saya jogging di tempat tidur, males hahahaha
    Anyway, semoga resolusinya tercapai yaaa, aamiin 🙂

  13. aku juga pengen loh mb.. konsistenin ibadah sunnah gitu. di rumah kan sebenernya gak ada halangan apa-apa ya klo mau duha atau tahajud gitu. tapi entahlah masih banyak bolongnya nih.. kudu pasang target 30 hari berturut-turut keknya.

  14. Hahahaha, aku merasa tersindir. Aku ngalami yang ini, “Resolusi 2019 adalah resolusi 2018 yang isinya adalah resolusi 2017 padahal resolusi tahun 2016 yang dibuat tahun 2015”

    Jadi tiap tahun resolusinya kayak enggak ganti-ganti. wkakaaka, mungkin karena kurang realistis ya. Jadi resolusi 2019 ini melaksanakan resolusi 2018 secara bertahap, dimulai dari hal kecil. wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan