Hidup adalah pencarian?

Benar kata Dewi Sandra di acara gosip, setiap orang memiliki pencariannya masing-masing. Ada yang caranya dengan mendalami berbagai keyakinan, adapula yang sudah menemukan namun masih perlu terus mencari. Adapun aku sebagai muslim, aku sangat menginginkan keistiqomahan dalam Islam, namun masih banyak didalamnya yang perlu diperdalam, dan perlu dicari lagi “tujuan hidup” dan “bagaimana cara berhidup” ini yang benar-benar Allah inginkan.

Bukan mudah, karena manusia dengan berbagai kapasitas kepintarannya dan penafsirannya akan menyimpulkan banyak hal yang berbeda. Sejujurnya aku masih cukup lemah dan perlu banyak membaca dan diskusi. Tentu perbedaan ini masih dalam rangka memegang “Quran dan Hadist” yang sama. Kalau tidak, maka tidak bisa lanjut.

Tapi pernah juga aku melewati masa-masa “merasa benar”. Buruknya, ketika rasa itu sudah ada dihati, maka akan keluar kalimat selanjutnya: “yang lain salah”. Ya, silakan benci padaku, aku juga pernah benci diri sendiri. Saat itu aku selalu bertanya, “lalu apalagi?” Merasa semua sudah dimiliki dan sudah cukup.

Ya, orang yang berhenti mencari adalah orang yang merasa cukup. Teliti lagi, mungkin merasa cukup itu berarti merasa benar. Teliti lagi, mungkin merasa benar itu timbul dari meremehkan orang lain.

Sebuah pencerahan dari Ust. Adi Hidayat, beliau menjawab sebuah pertanyaan mengenai: bagaimana kita bisa menentukan kita sudah Islam dengan benar?

Mudah, ketika sudah tenang. Begitu jawabannya.

Ya, Islam artinya damai, tenang. Maka Islam dengan benar artinya ketika kita sudah merasa damai di hati dalam menjalani hidup. Mau kismin, mau kaya, mau dapet cobaan, mau dapet kebahagiaan, ga akan banyak gelisah dan ga tenang karena Allah sudah menjadi Walinya.

Setelah kurefleksikan lagi kedalam hidup, ketika aku merasa benar, aku tidak tenang. Dalam artian, aku tidak tahu bagaimana nikmatnya sholat khusu, aku tidak tahu bagaimana takutnya membaca ayat-ayat peringatan dan bagaimana “ga kuat ingin bangetnya” saat mendengar ayat-ayat surga.

Selagi mencari, teruslah berupaya mendekati diri padaNya, karena Allah akan memberi petunjuk dan hidayah hanya pada orang-orang yang menginginkannya. Kalau hanya leyeh-leyeh ga minta petunjuk, Allah juga ga akan ngasih. Begitu kata ust. Syahid di Masjid Al-Latiif.

Wallahualam bish-shawab, semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayahNya hingga ajal menjemput.

  

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas