h e a r t vs m i n d

Dari video ust nouman ali khan

Menurut QS 2:73-74,

disitu Allah mempertanyakan: tidakkah kamu berpikir? 

yang artinya mempertanyakan otak/mind kita. Kalau diperhatikan, sangat banyak akhir ayat yang ke arah mempertanyakan pikiran kita.

Namun di QS 2:74 dijawab, bahwa orang yang kelihatannya gak pake ‘akal’ sebenarnya bukan karena kebodohan, tapi karena masalah hati mereka.

Otak atau pemikiran dan akal kita adalah sesuatu yang dewasa dan terus berkembang. Sejak kecil kita belajar dan pemikiran semakin luas dan bertambah. Pergerakannya selalu naik. Makin besar harusnya pikiran makin luas dan makin pintar.

Berbeda dengan hati, yang mau sedewaasa apapun kita, dia adalah tetap jadi sesuatu yang fragile, mudah berubah, sangat dinamis. Ada kalanya kita merasa kuat. Merasa sangat dekat sama Allah. Tapi ada juga saatnya ketika ia lemah, bodoh, dan terpuruk. Apalagi kalo pms ya kan.

Meski begitu, keduanya, hati dan pikiran harus saling menjaga. Ibarat kendaraan, hati adalah pengemudi diri kita dan si pikiran akan terus membisikinya. Maka kadang kalau kita ngeliat kelakuan orang lain yang membuat heran: loh kok bodoh?? itu bisa jadi hatinya lah yang lagi ga stabil.

Udah gitu, di QS 2:74 ternyata Allah mengumpamakan hati manusia seperti batu.

  1. Batu yang mengalir air yang deras.

diibaratkan air itu adalah iman. Ga diapa-apain batu tersebut udah ngeluarin air deras. Artinya sebagai manusia, ketika ia mengetahui dengan akalnya sebuah kebenaran Islam, dia bisa langsung memiliki iman yang teguh.

2. Batu yang jika dipukul akan keluar air

Dari luar batu tersebut terlihat keras, tapi ternyata didalamnya mengandung air yang banyak. Yang hanya keluar kalau ‘dipukul’. Seperti seseorang yang harus ada musibah atau masalah atau turning point dulu baru ia langsung merasa kenikmatan islam. Subhanallah.

3. Batu yang takut kepada Allah, dan terjatuh

Ia tidak punya air didalamnya. Tapi batu itu tetap patuh ketika Allah suruh untuk jatuh. Artinya ia adalah seorang Islam yang imannya belum sampai ke hatinya. Namun ia tetap melakukan kewajiban sebagai orang Islam.

 

Wow cukup menarik, aku baru paham perumpamaan batu di al baqoroh tersebut. sebelumnya aku pikir batu itu untuk memngumpamakan hati orang  yahudi, ternyata seluas ini maknanya.

Ketika pikiran kita bisa terus mendewasa, maka kita juga harus terus mohon agar hati kita memiliki air ‘keimanan’ sebanyak-banyaknya. Hati yang tak pernah kita tahu dinamika dan ujungnya akan kemana. Hanya bisa berharap hati ini selalu untukNya hingga akhir hidup. Tak ada jaminan hari ini kita memiliki iman tinggi lalu esok tetap begitu. Bisa jadi hari ini naik lalu esok turun.

Bisa juga hari ini kita terseok-seok dengan permasalahan hati, tapi esok sudah content dan stabil. Semoga Allah selalu menjaga hati kita agar pernuh dengan keimanan sampai kita bertemu kembali denganNya.

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan