Kemarin aku mendengar sesuatu yang cukup menarik dan kebayang-bayang sampe lama. Kadang jadi mindblowing dan kaget sendiri kalau dipikirin terlalu dalam. Ceritanya adalah…… ada sebuah pertanyaan:

Kenapa kita ga bisa ngeliat Allah?

Jawaban yang paling ngena buat aku adalah: Karena Allah itu Maha Besar.

 

Ribuan atau ratusan tahun lalu, orang gak menyangka bahwa ada benda yang lebih besar dari matahari. Makanya dulu ada penyembah matahari. Karena matahari dianggap sebagai sesuatu yang sangat besar, benda paling besar yang ada diseluruh langit dan bumi.

Ternyata, akhirnya diketahui bahwa banyak benda-benda langit lain yang jauh lebih besar. Planet-planet misalnya. Tapi itu belum seberapa jika di zoom-out melihat betapa besarnya galaksi bimasakti. Bukan hanya ada planet bumi hingga neptunus atau uranus, tapi banyak sistem tata surya lain dalam satu galaksi. Segini aja aku udah ga kebayang betapa kita sangat kecilnya.

Tapi belum selesai, di angkasa ini, galaksi gak hanya bimasakti. Banyak ratusan, ribuan, bahkan milyaran galaksi-galaksi lainnya. Itu semua ada dalam satu langit. Tapi kita tahu bahwa langit memiliki 7 lapis. Wow gak kebayang segimana besarnya.

Allah memiliki Arsy, yaitu ‘singgasana’Nya. Allah juga memiliki Kursy yang dikatakan bahwa itu adalah dimana Allah ‘meletakan kedua kaki’Nya.

“Kursi adalah tempat diletakkan kedua kaki Allah, sedangkan ‘arsy tidak bisa diperkirakan ukurannya”.

Ini hal yang tentu saja tidak bisa kita bayangkan, tapi yang bikin aku takjub adalah hadist ini:

Abu Dzarr berkata: “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya ‘Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin “.

Aku denger dari Ust. Oemar Mitha, katanya, besarnya bumi dan tujuh lapis langit  itu bagaikan cincin yang dilempar di tanah lapang kalau dibandingkan dengan kursi Allah. Tujuh langit aja gedenya udah ga bisa kita liat, ternyata kursi Allah kalau dibandingin sama itu semua masih jaaaaauh lebih besar. Aku ngedenger penjelasan beliau sambil ngebayangin gitu, jadi…….duh ga bisa berkata-kata deh bener, masya Allah.

Diantara kursi Allah dan arsy itu ada sebuah lautan. Yang lautan itu kalau dibandingkan dengan Kursi Allah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin. Wowwwwwwwwwww.

Diatas lautan itu ada Arsy, dan Arsy itu luasnya–seperti hadist tadi diatas–sebagaimana tanah lapang dibandingkan dengan cincin. Itu baru singgasana-Nya Allah, makanya Allah disebut Maha Besar, karena Kursi-Nya aja besarnya udah segitu ga kebayangnya, maka Allah sebesar apakah? Allahu Akbar.

Sehingga terjawab: kenapa kita ga bisa lihat Allah? Karena Allah Maha Besar.

Kita cuma manusia yang semuanya serba terbatas. Ga semua harus ada jawaban. Ga semua bisa dilogikakan. Ga semua bisa diterima oleh akal kita. Kenapa? Bukan karena Allah yang ‘lemah’, tapi kita yang emang ga bisa apa-apa. Kepintaran kita ga ada apa-apanya. Kepintarannya orang-orang yang atheis dan penyembah ilmu bener-bener ga bisa dibandingin sama semua ilmu Allah. Ketika sesuatu ga ada jawaban, bukan berarti itu ga ada, tapi kita yang gak mampu.

Yang bikin aku terkesima bukan hanya itu, tapi pas abis dengerin itu, aku sholat. Pas berdoa, tentu kita ngeluarin semua masalah dan keinginan-keinginan kita.

Saat inget itu, aku tuh jadi mikir. Allah yang Sebesar itu, dibandingkan dengan aku dan semua permasalahan recehku, rasanya bakal gampang buat Allah untuk meniadakan itu semua. Untuk ga usah memperdulikan aku, toh aku cuma makhluk yang lebih kecil dari butiran debu. Ibarat aku ilang dari muka bumi aja kayaknya ga akan ngaruh gitu.

Tapi kenapa aku masih hidup? Kenapa aku masih ngerasa di sayang Allah? Kenapa Allah masih ngebantuin dan menunjukkan jalan hidup buatku? Kenapa aku masih diperhatiin? Terharu banget ga sih ketika gampang buat Allah mah untuk bikin aku ga ada tapi sampai sekarang Allah masih ngasih semuanya.

Disisi lain, ketika menghadapi masalah yang bagi kita tuh besar banget, kalo ingeet bahwa Allah maha Besar, rasanya jadi tenang juga. Ga ada yang ga mungkin buat-Nya. Masalah kita ibarat tinggal ditiup doang bisa langsung beres sama Allah mah. Makanya, minta. Minta ke yang Bisa Segalanya. Minta ke Allah yang meski kita kecil banget tapi Allah sangat detail dan memperhatikan banget kehidupan kita. Kadang aku ngeluh bahwa hidup aku kurang ini itu, tapi kalo dibandingkan sama semua yang udah Allah kasih mah, malu atuh.

Aku tuh kalo throwback kadang juga takjub sama jalan hidup sendiri. Yang paling tahu tentang aku bukanlah diriku sendiri, tapi Allah. Allah yang tau kalau aku mampu disini dan disitu, Allah tau kalau aku dikasih A, B, dan C, maka aku akan berkembang dan terus maju. Allah juga tau lingkungan yang cocok dan lingkungan yang dapat aku hadapi adalah lingkungan yang seperti apa. Banyak kekecewaan dalam perjalanan hidup ini, tapi pada akhirnya selalu ada benang merah yang bikin aku berkata: ohh jadi maksudnya aku dikasih A itu adalah ini. Ngerti, pada akhirnya semua yang telah kita lewati akan kita mengerti bahwa itu adalah kasih sayang Allah. Kasih sayang Allah ga mesti membuat kita bahagia. Tapi membuat kita terus maju dan menjadi orang yang lebih baik.