Expectation

Apakah iya makin orang bertambah usia dia makin bijaksana?

Tidak juga.

Aku merasa tidak pernah siap ketika orang membeberkan semua kelemahan dan semua sisi gelapku. Selalu ada rasa ingin kabur dan mengabaikan itu semua. Pada akhirnya, kita akan menghadapi diri sendiri dan semua demon yang bersembunyi dalam tiap sudut diri.

Aku sangat aware dan sadar diri. Aku juga tidak akan pernah cukup untuk siapapun. Aku selalu kurang bahkan untuk diriku sendiri. Tapi aku tidak akan membenci diri sendiri, karena siapa lagi.

Kalau boleh egois, rasanya pengen banget mikir gini:
kenapa sih orang lain gak mau menjaga perasaan kita ketika kita berusaha banget untuk gak nyakitin orang?

Manusia dengan segala ego dan pridenya.

Manusia gak akan pernah jadi sesuatu yang cukup menjadi sandaran. Memang sepatutnya hanya menjaga hati kita untuk Dia yang gak akan pernah mengecewakan dan selalu bikin kejutan dalam setiap takdir hidup kita. Menjadikan sujud jadi pelukan terbaik untuk hambaNya yang tawakkal dan tidak berharap apapun pada segala hal duniawi. Bukan karena ia sangat soleh atau sangat berhati malaikat, tapi karena sudah tidak bisa berharap pada segala yang terlihat.

Waktunya melepas semua sakit hati, kesedihan, kekecewaan, benci, dan semua penyakit hati, kepada Dia yang Maha Mendengarkan dan Maha Mengerti. Karena hanya dengan cara ini, siapapun tidak akan pernah kecewa dan akan selalu merasa disayangi.

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas