Yang namanya setan, dia membuat indah hal yang gak penting, dan sekaligus bikin kita males dan bosen akan kebaikan.

Contohnya: baca Quran atau ngafalin Quran.

Sebagai anak yang belajarnya visual, aku sadar diri bahwa caraku maksain belajar dan menyukai sesuatu adalah dengan warna atau yang lucu lucu.

Sehingga, kalau belajar jaman kuliah pasti dikelas bawa spidol 24 warna. Buku juga harus notebook yang seleraqu.

Hal ini berlaku juga untuk Qur’an. Problematika yang dihadapi saat mau beli Quran:

1. Quran yang lucu harganya mahal
2. Ga ingin ganti ganti Quran tapi suka bosen sama sampulnya

Akhirnya aku punya ide sederhana seperti ini:

1. Beli Quran dengan melihat estetika isinya. Karena kalau estetikanya sesuai selera kita, bacanya jadi semangat. Fontnya juga yang kita sukai.

Kalo aku yang dalemnya colorful begitu

2. Beli Quran yang ga besar dan gak kecil. Supaya ringan dibawa kemana mana dan friendly.

3. Cari yang murah. Hehehe. Dan sampulnya duplek (apa ya namanya) gini deh bahannya:

4. Setelah dibeli, sampul Quran dengan kertas kado motif yang kamu sukai. Dulu aku sampulnya begini, tapi malem ini ganti karena sudah compang camping.

Aku selalu nandain ayat yang jleb dengan dilipet

Nah sekarang aku ganti jadi begini

Jadi kayak baru lagi kaaannnnn?

Dannnn paling penting, jangan lupa setelah di sampul kado, sampul juga dengan plastik yang biasanya buat sampul novel itu loh.

Bahan bahan yang dipake

Yok, sebentar lagi Ramadhan, waktunya siap siap agar supaya interaksi dengan Quran bisa lebih lebih lagi dari Ramadhan sebelumnya. Salah satu caraku adalah ganti ganti sampul. Murah dan jadi bikin semangat. Hehe

Selamat Ramadhan!