Day 12: Memaknai Hijab dan Cara Memakainya

Kita sering mendengar istilah kerudung, hijab, dan jilbab. Apakah semuanya itu sama? Nah tulisan ini akan lebih membahas mengenai cara memakai hijab. Tapi sebelumnya, kita perlu bedakan dulu antara hijab dengan istilah lainnya seperti kerudung atau jilbab.

Sebetulnya hijab memiliki artinya sendiri. Jilbab dan kerudung merupakan penutup rambut bagi muslimah, sementara hijab adalah pembatas, yang dimaksud dalam tulisan ini adalah pembatas yang digunakan oleh wanita muslimah dari ujung kepala hingga ujung kaki.

baca juga: Islam: Between Rules and Emotions

Aku menulis ini berdasarkan apa yang aku pahami, barangkali mau menambahi, boleh dikomen.

Pertama yang perlu dipikirkan adalah, untuk apa kita berhijab? Untuk Allah? Atau hanya mengikuti trend dan hype hijrah masa kini? Semua hanya bisa diketahui masing-masing, tapi jika kita mau nurut sama Allah, maka caranya udah dijelasin di QS An-Nur:

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka ….” (QS. An-Nuur: 31)

Sumber https://rumaysho.com/18422-faedah-surat-an-nuur-19-perintah-berjilbab-syari.html

Seperti ituh. Jelas sekali, bukan? Salah satu cara memakai hijab adalah: ulurkan kain hingga ke dada.

cara memakai hijab
contoh pemakaian hijab. model adalah adikku

Cara penggunaannya semakin lama semakin variatif. Tapi kalau aku sendiri masih lebih seneng pake segiempat biasa atau pashmina dan belum terlalu suka pakai yang instan karena ga bisa di modifikasi dan di pas-pasin. Secara teori, seharusnya kerudung membuat kita terlihat lebih sederhana. Namun perkembangan jaman dan kreatifitas membuat model hijab jadi macem-macem.

Baju dan Bawahan sebagai Hijab

Setelah itu, turun ke pemakaian baju. Ya jelas lah ya masak berhijab tapi bajunya ketat. Adapun ada beberapa yang percaya bahwa perempuan wajib pake gamis alias terusan sampai ke rok. Kalau aku sendiri, aku masih memakai potongan karena aku merasa meski pake potongan tapi ga keliatan aurat dan ga membentuk badan kok. Asal kita bisa ngatur-ngatur aja.

Allah gak strik nyuruh kita secara teknis bajunya harus gini dan gitu, tapi Allah ngejelasin “maksudnya apa” dalam perintah berhijab: yaitu untuk menutup aurat, menyederhanakan, dan ga membentuk badan. Udah. Sisanya, pinter-pinter kita dalam pemakaiannya. Itu yang aku pahami ya.

Begitupun pemakaian celana dan rok. Aku suka penasaran sama orang yang ngewajibin banget rok sementara mana sih dalilnya? Nah ternyata setelah hasil nanya ke temen-temen, mereka pakai rok karena 1. celana itu menyerupai laki-laki dan 2. celana bisa membentuk kaki.

Untuk nomer satu, aku kurang sreg karena sekarang celana udah ga identik dengan lelaki kok, perempuan pakai celana bukan berarti tomboy dan ke cowok-cowok-an. Beda kalau laki-laki pake make up, misalnya.

Sementara nomer 2 bisa diakali dengan pakai celana longgar. Wallahu alam, ini hal yang aku pahami hingga hari ini, mungkin kalau salah boleh di koreksi.

Hal paling terlihat sepele tapi penting adalah: kaos kaki.

Aurat perempuan dari atas sampe bawah kecuali muka dan telapak tangan. Sehingga kaki adalah aurat. Ini aku sangat sekip banget, terutama sejak masuk oseanografi. Karena alesan ngelesnya sih, karena sering ke lapangan jadi kaya ribet aja gitu (wkwk alesan).

Ingat, bahwa dosa itu akan besar dimata Allah kalau dimata kita kita sepelekan. Tapi dosa itu akan sepele dihadapan Allah kalau kita merasa dosa itu matter dan besar.

Wallahu alam bish shawab

 

 

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Satu pemikiran di “Day 12: Memaknai Hijab dan Cara Memakainya”

Lewat ke baris perkakas