Dasar-Dasar Perempuan

Laki-laki dan perempuan adalah dua manusia yang memiliki karakteristik yang berbeda. Berbeda, bukan berarti salah satunya lemah atau kuat, tapi justru diciptakan untuk saling melengkapi. Adapun sebagai perempuan, penting bagi kita menyadari bahwa kita bukan hanya manusia, tapi kita juga perempuan yang memiliki peranan-peranan penting yang dibutuhkan dalam suatu peradaban.

Tulisan ini terinspirasi oleh Umi Haneen Akira di Masjid Al-Lathiif Sabtu lalu

Hal pertama yang jadi perhatian adalah: kecantikan.

Bukan membicarakan kecantikan paras, tetapi kita harus cantik dalam memutuskan suatu masalah, dalam bersikap dan bertindak. Julid-julid kaya akun hosip itu ngga cantik. Nyinyir dan gibah itu ga cantik. Rarungsing dan marah-marah mulu nyalahin PMS itu ga cantik. Dikit-dikit kecewa dan sedih itu ga cantik. Cantik adalah ketika kita terus berusaha positif thinking dan husnuzon sama Allah. Setiap masalah bukan jadi bahan amarah tapi menjadi batu loncatan untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Seperti bagaimana Maryam menghadapi masalah. Ia yang sangat menjaga kesuciannya ternyata hamil. Betapa cobaan yang besar karena sudah tentu tetangga akan gibah. Apalagi Maryam orang yang termahsyur, sehingga berita ini bisa sangat menjatuhkan reputasinya.

Apa yang Maryam lakukan? Apakah ia marah-marah garalau ga jelas 7 hari 7 malam? Tidak. Maryam dengan cantiknya meredam semua dalam hati, dimunajatkan dan dipasrahkan semuanya kepada Allah. Beliau nazar untuk tidak berbicara pada manusia selama kehamilannya supaya ga pusing dengan omongan orang, dan karena bicarapun percuma, akan tetap banyak orang yang ngomongin.

Sulit sesungguhnya terutama bagi kita perempuan yang hobinya pengen cerita mulu. Kebanyakan kita selalu merasa harus cerita setiap menghadapi masalah. Parahnya kadang malah cerita ke banyak orang. Boleh, tapi alangkah lebih baiknya keberadaan masalah jadi sarana untuk kita curhat sama Allah disetiap sujud dan malam.

Hal kedua adalah : Salam/ Damai

Seperti Khadijah. Jangan menjadi orang yang gampang kesel dan baper. Hal-hal kecil tidak perlu dibesar-besarkan. Adapun hal besar dibuat simple aja. Tidak menyalahkan situasi dan keadaan tatkala kita ditimpa hal tidak menyenangkan. Perempuan adalah pribadi yang tenang. Kenapa tenang? Karena kita adalah orang yang harus mampu menenangkan. Gimana bisa menenangkan orang lain ketika masalah diri sendiri dibesar-besarkan dan dibuat repot? Perempuan menjadi penenang di keluarganya–bagi ayah ibu dan saudaranya, juga bagi suami dan anak-anaknya.

Penting juga bagi kita untuk memperhatikan sentuhan dan kontak mata. Memberikan perhatian pada ayah/ibu dan keluarga juga teman dengan memperbanyak menyentuh dan memeluk. Karena dengan begitu nasihat akan lebih mudah masuk. Pun dengan kontak mata.

Ketiga: Rahmah/Kasih sayang

Perempuan seperti lautan yang luas dan dalam dalam hal kasih sayangnya. Ia tidak ribut dan tidak ribet dengan hal-hal sepele. Harmoni adalah kepandaian yang setiap perempuan harus jadi masternya. Bukan orang yang “keukeuh” sama keinginan diri sendiri sehingga menyebabkan konflik. Ia pandai beradaptasi dan ga jadi orang yang nyusahin. Contohnya ketika rumah di cat warna abu oleh suami (misal kalo punya) tapi dala hati pengen pink, maka ga perlu lah ada debat hanya karna cat tembok. Apalagi untuk masalah yang ga prinsip dan bisa diikuti.

Contohnya Asiyah. Masyaa Allah. Asiyah sangat pandai harmoni dengan suaminya, Firaun yang sangat berbeda dengan dirinya. Ia bisa mengikuti kehidupan di istana dan berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi Firaun. Menenangkan suaminya ketika Firaun mimpi buruk mengenai kerajaan, bertahan hingga akhirnya ia harus dibunuh oleh perintah suaminya sendiri. Kasarnya kalau kata umi Haneen; “kalau udah ga cocok maka pura-pura cocok”

Masih banyak hal lainnya selain tiga sifat tersebut yang seharusnya jadi fitrah perempuan. Adapun lingkungan dan pergaulan tentu memegang peranan penting dalam bagaimana wanita menjaga “sifat-sifatnya”. Jika dirasa ada yang hilang, maka cari kembali. Agar kita menjadi wanita seperti para wanita hebat didunia akhirat; Maryam, Khodijah, Asiyah, Siti Hajar, Fathimah, Aisyah, dan seterusnya. Juga agar dari rahim kitalah keluar manusia-manusia berkualitas di zamannya yang memegang teguh ketaatan pada RabbNya.

Tinggalkan Balasan

3 pemikiran di “Dasar-Dasar Perempuan”

Lewat ke baris perkakas