Salah satu hal yang aku ga berani komen dan ga berani menyentuhnya adalah kalo udah nyangkut tentang ulama. Sewaktu 2016 heboh kasus ahok, aku awal awal sempet nyinyir nyinyir dalam hati dan mikir kenapa orang islam pada lebay sih??? Kan beliau gak maksud menghina kali??? Sampai akhirnya satu persatu ustadz ustadz ada di kubu ummat…Lanjutkan Membaca “11.36 : hati hati”

Mengapa Menulis Blog? #nulisyukbatch27

Menulis blog sudah menjadi kebiasaanku sejak di bangku SMP. Aku sempat berganti beberapa platform, mulai dari blogspot, multiply, tumblr, hingga akhirnya bertahan 5 tahun terakhir di wordpress ini. Alasan Pertama Alasan awalku sederhana, aku merasa perlu untuk menumpahkan apa yang aku pikirkan dan rasakan dengan sistematis. Hal ini bisa dilakukan ketika mengobrol dengan teman, tapi…Lanjutkan Membaca “Mengapa Menulis Blog? #nulisyukbatch27”

Salman, Pukul 10.

Hari itu tingkat akhir. Segala seperti berkecamuk dan sesak. Aku suka pada diriku yang sulit bercerita dan percaya pada orang lain. Karena itu yang membuatku ingin totalitas curhat sama Allah di waktu duha kala itu. Kadang kupikir ketika seseorang terlihat rajin ibadah itu bukan murni karena ingin ibadah. Mungkin karena ia egois dan ingin menyelesaikan…Lanjutkan Membaca “Salman, Pukul 10.”

the life-changing magic of tidying up Ini agak ngebut karena aku pengen cepet-cepet nulis mengenai The Danish Way of Parenting karena seru. Jadi mau abisin dulu si minimalism ini… Tema kali ini adalah bagaimana menata kamar dan ruangan. Tentunya ini berawal dari buku the life-changing magic of tidying up yang pernah dulu aku review tapi…Lanjutkan Membaca “Minimalism #4: Organizing your room”

Mindfulness dan Minimalism Aku masih belom terlalu paham bedanya mindfulness dan minimalism, tapi kurasa keduanya berkaitan. Mindfulness artinya melakukan berbagai hal dengan penuh kesadaran dan ga terpaut hal-hal yang ga berfaedah. Sementara minimalism ialah ketika kita bisa efektif menjalani hidup dan membuang yang ga perlu. Nyambung-nyambung gitu kan ya? Hal ketiga setelah minimalism dan mindfulness…Lanjutkan Membaca “Minimalism #3: You’re what you eat”