Memulai agustus masih dengan folklore dan segala perasaan yang menyertainya. Parah bucin banget. Hari ke 7 dan aku masih bilang bagus banget. Awalnya rada underestimate karena bikin ngantuk eh tapi setelah dibaca liriknya omg menangis……………. Pas banget lagi agustus, jadi soundtrack yg cocok bulan ini adalah august. Berkisah tentang summer love singkat yang mana dia udah mengusahakan segala effort tapi akhirnya hanyalah wanting was enough. Menurutku lagi, semua lagu taylor swift yang hits tuh malah b aja (ok kecuali lover), yang bagus-bagus malah ga dibikin video musiknya kenapa si. (hehe g penting juga dibahas)

Aku juga memulai agustus dengan menyadari bahwa i dyed my hair red 3 weeks ago with my sisters dan ternyata malah semakin strong.Kirain makin hari makin ilang ternyata tidak. Karena baru pertama, aku ga tau cara ngilanginnya, jadi biarkan dia apa adanya. Kali aja lama-lama bisa jadi mirip da kyung kan ya (hehe jauh). Yaudah pasrah saja, untung berhijab. Inilah hikmahnya berhijab wahai ukhti, kalo rambut lagi gagal jadi ga keliatan.

Angin australia di bulan Agustus kali ini datang dengan sangat dingin. Siang yang terikpun air di kamar mandi masih dingin dan bikin males. Pagi-pagi yang paling enak bukan berangkat kantor, tapi balik selimutan. Namun sedingin-dinginnya jogja tentu masih kalah sama bandung pagi hari. Atau mungkin aku sudah ga terbiasa dengan cuaca dataran tinggi.

Sebuah renungan buat diri sendiri yang lagi kebanyakan folklore dan kebanyakan nonton; adalah bahwa kedua hal itu bagiku pribadi cukup membuat aku lalai dalam banyak hal, apalagi ini lagi lebaran dan hari tasyrik. Orang lain mah banyak beribadah ini malah…………………………………..

Slack water banget ini rasanya seperti yang aku bilang di postingan sebelumnya. Dalam pasut, aku sedang di kecepatan 0 yang gatau mau naik apa turun. Tapi itu berguna, karena kalau ga ada slack water, bagaimana kita bisa menentukan peaknya? *alesan

Aku harus segera bangkit dari keterpurukan ini dan menjalani hidup dengan realistis. Mencari alasan dan mencari semangat adalah bahan bakar ketika kita merasa ga ingin apa-apa. Dan itu yang harus aku lakukan, mencari alasan dan mencari passion. Bukan, passion mungkin sudah ga bisa dibahas lagi karena aku ga paham, tapi setidaknya cari apa yang membuat senang untuk bertahan di kegiatan sekarang.

Bukan do what you love, tapi love what you do.