Another marie kondo-thing

Aku pernah nulis di sini tentang buku tidying up nya beliau. Ada satu hal lagi yang menarik dan sempet pengen ngetawain tapi agak ada benernya juga: yaitu bagaimana memperlakukan barang sebagaimana makhluk hidup.

ini pake redaksi aku sendiri ya dengan ide dari buku itu dan aku-nya dibawah ini adalah si marie kondo.

“setiap sesampainya dirumah, aku melepas aksesoris dan pakaian sambil mengucapkan terima kasih kepada mereka. ‘kerja bagus’. ‘terima kasih ya untuk hari ini’. Lalu aku menyimpan di tempat mereka masing-masing.

Setiap benda memiliki rumahnya sendiri. Misalnya jam tangan di sebuah box, atau baju putih itu di gantungan paling kiri. Selalu disitu. Bukan hanya manusia yang ingin pulang, begitupun dengan barang-barang.

Dekatkan mereka dengan yang sejenis. Misalnya baju pastel di kiri, dan semakin cerah baju disimpan semakin kanan. Bukankah kita juga lebih nyaman berada di dekat orang-orang yang ada kemiripan dengan kita? Begitupun dengan baju-bajumu.

Biarkan mereka beristirahat. Para kaos kaki, jangan dilipat dengan di gulung. Mereka seharian sudah bekerja dan apakah kita tega ketika pulang mereka masih harus bekerja lagi? (karena karetnya tidak istirahat)

Jangan menumpuk baju dengan vertikal seperti di toko-toko. Baju paling bawah akan memiliki tekanan paling besar. Simpan mereka secara horizontal berjejer. Sehingga mudah diambil dan tidak saling menyakiti satu sama lain.

Barang-barang yang sudah tidak kita pakai, sebenarnya tugas mereka telah selesai. Mereka malah merasa lebih dihargai ketika kita membuangnya.

Pakailah pakaian formal terbaik setiap memisahkan barang untuk dibuang. Mereka butuh penghargaan. Setiap satu barang diputuskan dibuang, katakan terima kasih atas kerjanya selama ini. Tugasnnya sudah selesai. Jangan nyalakan musik. Nikmati waktu-waktu kalian bersama barang-barang.

((sumpah ini introvert ala jepang banget))

Lalu, dengan memperlakukan mereka secara istimewa dan dihargai, mereka akan berterima kasih balik kepada anda dengan menjadi awet dan tidak mudah rusak.”

Cocok sekali buku ini buat diri sendiri. Memang sadar banget kalau aku kurang menghargai barang-barang. Kacamata sering banget ilang dan rusak, banyak barang yang suka ilang, dan seterusnya.

Terima kasih marie kondo. Insya allah aku akan bertaubat dan mengucap terima kasih kepada barang-barangku seperti kamu, tapi gak akan pake baju formal pas beberes juga sih heuheu

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan