Nothing New (from the vault)(tay’s version)(ft phoebe bridgers) rasanya seperti masih sodaraan sama Mirrorball (folklore), This is me trying (folklore), dan The Lucky One (red). Ketiga ini dari sudut pandang berbeda mengenai……. insecurities. Tapi Nothing New sangat luas dan bisa punya arti macem-macem.

They tell you while you’re young
“Girls, go out and have your fun”
Then they hunt and slay the ones
Who actually do it
Criticize the way you fly
When you’re soarin’ through the sky
Shoots you down and then they sigh, and say
“She looks like she’s been through it”
.
Paragraf pertama diatas ((paragraf)) bisa juga dikaitkan dengan isu kesetaraan gender? Bahwa seorang perempuan disuruh meraih mimpi tinggi tapi kalau udah berhasil malah dijatuhkan dan dikritisi ga usah tinggi-tinggi banget. Ya, mau keputusan apapun yang kita pilih dalam hidup juga kalau kita berstandar ke orang ya pasti salah mulu :’)
.

Lord, what will become of me
Once I’ve lost my novelty?

It’s like I can feel time moving
How can a person know everything
At eighteen, but nothin’ at twenty-two?
And will you still want me when I’m nothin’ new?

How did I go from growin’ up
To breakin’ down

Kemudian juga tentang menjadi orang dewasa yang ‘novelty’ akan semakin menghilang. Apakah kita akan tetap diterima orang lain? Ga bisa dijelasin tapi sangat relate <//////3  Juga dulu waktu muda kita merasa nanti bisa mencapai apapun dan mengetahui apapun, tapi sekarang setelah sudah mencapai usia tersebut, bisa apa? kaya malah ga bisa ngapa-ngapain dan ga setinggi yang dulu kita bayangkan. Rasanya umur bertambah, ekspektasi orang semakin besar, tapi kita yang mengenal diri kita dan ngga se-dewasa yang mereka perkirakan atau apa yang kita impikan dulu.

And someone else lights up the room
People love an ingénue

Ini bisa banyak juga artinya. Kalau nyambung sama yang pertama, terutama dia spesifik bilang ‘ingeneu‘ ini juga memiliki arti bahwa ‘value’ of a women semakin dewasa akan semakin menurun. Dulu stigma kaya gini cuma lewat-lewat aja, setelah sekarang, ku paham kalo semua stigma-stigma tentang perempuan dan stage-stage yang mereka alami, semuanya benerrr terjadi didunia nyata :’) Satu dua kali perkataan orang bisa gampang bodo amat, tapi kalau intense ternyata ga sesederhana yang dulu aku bayangkan…

And then she’ll say she got the map from me
I’ll say I’m happy for her
Then I’ll cry myself to sleep 

Kalau personally, ini seperti ngelihat si anak-anak yang dulu aku ajarin pas bimbel, mereka udah pada kuliah dan jurusannya juga bagus-bagus. Aneh, dulu mereka masih pada krucil, sekarang mereka udah seusia dimana aku waktu dulu ketemu mereka. Terlihat progressnya banyaaak banget, sementara kalo boleh muhasabah, aku seperti stuck dan ga ada yang bisa dibanggakan dan ga ada perubahan yang berarti padahal kita melewati waktu yang sama? Ini semacam mengenai regenerasi, bahwa suatu saat kita akan tergantikan oleh para ‘ingeneu’.

Jadi inget juga novelnya Tere Liye, judulnya ‘Bidadari-bidadari surga’ kalo ga salah (apa bukan ya), bahwa disitu ada seorang kakak yang sangat nurture ke adik-adiknya, bener-bener mengorbankan seluruh hidup dia untuk adik-adiknya doang, dalam artian; dia kerja, ga nikah, dan menjadi benteng buat keluarganya (tiap ada masalah selalu dia yang maju). Dia dan adik-adiknya beda banget kondisinya. Si kakak lusuh, ga sekolah (memilih kerja), ga cantik, ga nikah, ga punya temen, tapi si adik-adiknya disitu ceritanya bisa kuliah tinggi, kerjanya diluar kota, punya keluarga dan anak-anak yang lucu. Kalo ditulis jadi ga seru ya, tapi kalo dibaca ya seru sih.

Ada juga yang bilang, untuk seorang ibu, ini juga relate saat dia melihat anak-anaknya. Terutama di bagian ‘she’ll get the map from me’. Bahwa nanti anak-anaknya bakal dewasa dan yaudah mereka tetep begitu aja tapi akan happy melihat pertumbuhan dan kesuksesan si anaknya.

haduh cape, taylor swift why are u so intense <3