Your Sleepless Nights

Setelah memasuki perkuliahan mungkin mulai banyak orang yang siklus tidurnya salah karena nugas atau kegiatan kampus yang sampe tengah malem atau sampe nginep-nginep.

Suatu hari ada acara kampus pemeriksaan darah dst di farmasi dan kami ikutan. Si teteh farmasi (entah perawat) menasehati kita yang tensinya pada rendah: pokoknya seminimal-minimalnya, tidur dari jam 10 sampe jam 2. Oke, noted, dan aku bener-bener melaksanakannya sejak itu.

Tapi semakin dewasa permasalahan tidur ini ga segampang bisa merem lalu hilang dan mimpi. Kita pasti sering banget mengalami ga bisa tidur. Mungkin karena ada kejadian apa, atau juga karena ga ada apa-apa.

Waktu di Al-Lathif dulu, asli masih inget, dijelasin tentang perang badar. Ketika itu, ada ayat yang turun dan mengatakan bahwa Allah menentramkan hati orang beriman dengan menidurkan mereka ketika malam. Bayangin, lagi kondisi perang, kehilangan keluarga dn harta, mana bisa tidur??? Tapi disebut bahwa tidur itu adalah bagaimana Allah menentramkan hati hambaNya. Dan bener-bener harus disyukuri.

Akhir november lalu tanggal 20an, aku mengalami ga tidur dan ga ngantuk sama sekali selama 4 hari berturut-turut. Hidup udah telmi banget, kantung mata makin item, dan lemes tapi ga ngantuk. Sampai aku nyari rekor manusia bertahan hidup bisa sampe kapan tanpa tidur dan agak kepikiran untuk ke dokter. Apalagi waktu itu mendekati deadline banyak laporan dan juga hari latsar yang mana masa boleh tumbang dihari tersebut??

Aku terus berdoa supaya jangan sampai mati sambil bodoh dan jangan sampai aku sibuk dengan masalah diri sendiri terus. Aku ga mengalami hal yang ekstrim sampai ga bisa tidur, semuanya berjalan biasa aja, tapi memang kadang kitapun ga paham sama diri sendiri. Sehingga aku juga terus menerus minta agar Allah menentramkan hati dan menidurkan sebagaimana yang dulu pernah diceritain di Al Latif itu. Gak tau lagi harus berbuat apa dan solusinya apa.

Sebenarnya sebagai tipe darah A (meski ga valid) ga bisa tidur itu membuat stress karena mikirin besok ga bisa beraktivitas maksimal. Dan kesetresan itu justru makin bikin ga bisa tidur lagi. Terus menerus looping seperti itu. 

Tips:

  1. Makan banyak sbelum tidur. Tida usah pedulikan berat badan
  2. Minum cokelat/teh
  3. Kamar yang nyaman 
  4. Dengerin sesuatu
  5. Jangan liat jam sama sekali 
  6. Jangan mikir “harus tidur”
  7. Matiin lampu 
  8. Nonton film sedih sampe nangis-nangis biar ngantuk
  9. Atur nafas supaya detak jantung lambat (ada cara 7-4-8: 7 detik tarik nafas lewat idung, tahan 4 detik, keluarin 8 detik lewat mulut). Cara ini mayan lah…
  10. Kalo lagi dirumah, tidur sama adik/ibu. 
  11. Kamar suhu rendah

Itulah tips yang juga aku pernah laksanakan dan perlahan jadi normal kembali, meski ga sesederhana itu juga sih….

Sekian dan terima kasih, jangan lupa untuk mensyukuri hal sekecil apapun dalam hidup ini, seperti rasa kantuk.

23.08 habis nonton the mountain between us.

Please follow and like us:
0

How To Form A Habit

Akhir tahun paling pas rasanya buat refleksi dan mencari tujuan arah hidup tahun depan. Karena hidup tanpa keinginan atau target rasanya hampa, akan mengalir gitu aja, dan ga berkembang.

Seringnya, seperti yang kamu suka lihat dimana-mana, resolusi 2019 adalah resolusi 2018 yang isinya adalah resolusi 2017 padahal resolusi tahun 2016 yang dibuat tahun 2015…..terus aja gitu. Memang seru untuk berandai-andai dan bercita-cita. Tapi ketika itu hanya sebatas keinginan dan ga ada pergerakan, ya ngapain juga~~~

Mungkin ini beberapa tips dari apa yang pernah aku baca dan alami untuk menyelesaikan target hidup.

Realistis

Ketika ada keinginan yang terlalu jauh dan ga realistis, malah jadi males untuk mengejarnya.

Misalkan, target: tahun depan kuliah S2 di Eropa. Tapi tahun ini belum belajar bahasa, belum siapin persyaratan, belum paham mau kemana, belum ngobrol sama orang-orang berpengalaman, dan seterusnya. Sulit dong….. Misal juga targetnya tahun depan punya anak. Hee~i padahal ketemu jodoh aja belom.

Sehingga target seharusnya merupakan hal-hal yang realistis dan dapat tercapay supaya kita ga gampang menyerah.

Sadar saat ini kita berpijak dimana dan kemampuan sekarang seperti apa

Misal resolusi tahun depan adalah shaum daud sepanjang tahun, tahajjud 12 rakaat, dan dhuha 12 rakaat. Bagoooes, tapi…coba agak berkaca dulu, sekarang kita kayak gimana sih? Kalau sekarang pun sholat masih bolong-bolong, ya akan capek banget ngejar itu semua.

Mulai dari target kecil 3 bulan pertama: sholat ga bolong. lalu target 3 bulan selanjutnya: sholat tepat waktu. Dilanjut lagi: Tumaninah, lalu sholatnya selalu berjamaah, dilanjut harus sholat rawatib, daaaan terus naik naik tapi pelan-pelan. Daripada sekaligus semua sholat sunnah dilakuin tapi hanya bertahan seminggu. 

Komit dan dilakukan terus menerus (1 bulan)

Namanya habit, tentu pengennya lama-lama aktivitas tersebut dilakukan bisa tanpa sadar dan ga perlu effort sebesar ketika kita memulainya. Aku dapat dari buku How To Master Your Habit, bahwasanya kenapa alasan ramadhan dilakukan selama 30 hari, yaitu agar supaya semua hal baik yang dilakukan saat itu bisa menjadi habit kita setelah lebaran. Meski kenyataannya susah juga yaaa abis lebaran malah back to jahiliyah lagi 🙁

Referensi lain yang aku tonton dari youtube mengatakan bahwa waktu untuk membiasakan sebuah habit baru adalah: 66 hari. Ya….mari kita coba sebulan dulu, semoga lama-lama semakin ringan. Karena inilah the power of istiqomah.

Bukankah kita juga sering sekali mendengar bahwa: akhir hidup seseorang mencerminkan kebiasaan dan kecintaan saat hidupnya seperti apa dan kepada apa.

Kalau kita ingin berakhir dengan laa ilaha illallah, maka kebiasaan kita juga harus menuju kesana. Kalau kita terus memikirkan hal-hal berkebalikan, tentu ga aneh kalau lidah kita kelu, karena kita belum terbiasa.


19.45, hamdalah bisa liburan dan ga ikut survei~~

Please follow and like us:
0

How He calls you

Memang benar hidup itu untuk mati, karena yang abadi hanyalah kehidupan setelah mati. Seringnya lupa karena terlalu fokus dengan apa yang ada di depan mata saja. Ketika apa yang kita rasakan dan hidupkan sekarang adalah kumpulan dari kebahagiaan dan kenyamanan, boleh jadi kita malah melupakanNya.

Tapi Allah Maha Baik, selalu memberikan jalan bagi siapa yang ingin menujuNya. Sehingga barangkali ketika kita merasa dingin dan sepi, merasa perlahan semakin menyendiri, merasa tidak bisa mengandalkan siapa-siapa, justru disitulah kita akan merasakan kehadiranNya. 

Orang beriman bukan orang yang lemah, sejatuh apapun mereka yakin punya Allah. Allah yang lebih besar dari ketakutan kita. Lebih besar dari masalah kita. Lebih besar dari kecemasan kita.

Ketika kita tidak bergantung pada siapapun, maka kita akan merasakan bagaimana Allah sangat baik dan melimpahkan kasih sayangNya pada kita. 

Manusia bukan jahat ketika mereka selalu membuat kita kecewa. Tapi manusia adalah makhluk yang bersamanya terdapat kelemahan dan kekurangan.

Manusia selalu mengecewakan bukan karena ingin berbuat buruk kepada kita, tapi karena tidak mampu.

Dengan itu, kita akan merasakan bahwa hanya Allah yang tidak akan pernah mengecewakan dan selalu mendengarkan kita- karena hanya Dia yang mampu.

21.33. Pulang renang.

Please follow and like us:
0