Resume Instagram Bisnis

Suadh beberapa bulan terakhir aku mengubah akun menjadi Instagram Bisnis. Caranya:

  1. Buat fanpage di facebook, bisa pakai akun facebook pribadi
  2.  Sambungkan instagram dengan fanpage tersebut
  3. Udah deh

Bagusnya dari instagram bisnis adalah kita memiliki data analitik mengenai interest followers kita. Jam berapa mereka aktif, hari apa paling rame, hingga topik apa yang paling disuka, dan persentase gender.

Aku mencoba mengetes interest followersku dengan menshare hal-hal begini:

1. Islam

2. Kucing

3. Tempat menarik

4. Foto sama temen

5. Gambar/curhat ga jelas

Hal-hal itu aku share di instastory. Khusus di instastory, kita bisa tau berapa orang yang swipe away our story–artinya ga tertarik. Juga tau berapa impressionnya–jumlah orang yang ngulang-ngulang ngeliat instastory itu. Beda lagi dengan viewers, itu jumlah orang yang ngeliat.

Yang paling banyak di swipe away followersku adalah:

1. Kucing

Artinya, mungkin kebanyakan mereka biasa aja ke kucing dan bukan catlover. Jadi kalo liat kucing ga ada perasaan lucu-lucunya.

Yang paling besar impressionnya adalah:

1. Gambar/curhat ga jelas. Bahkan malah banyak DM : itu apa pi. Ya, karena ga jelas, orang jadi bulak-balik ngeliat story kita.

2. Tempat menarik. Yup.

3. Islam. Tergantung konten. Kalau tulisan kecil tapi jleb, banyak impresinya. Kalau panjang dan “dalam” dalam artian ga akan dipahami langsung, itu banyak swipe-away nya.

4. Foto sama temen atau foto temen. Kecuali kalau temenku cantik dan aku pakai filter lucu, banyak dah impressionnya. Bahkan tag-nya banyak yang ngeklik. Duh dasar netizen. Semoga kelak pasangan hidupku ga centil di instagramnya ya Allah.

Yup, begitu kesimpulanku. Untuk apa? Ini berguna untuk kedepannya kalau aku pakai akun usaha, biar tau gimana cara baca follower, dan strategi marketing apa yang pas untuk mereka.

Begitulah kira-kira.

Please follow and like us:
0

Cat-ffection

Tiga hari lalu aku pergi keluar kota dengan tidak tenang, karena si Kucing dirumah sedang sakit. Gejala sakitnya adalah: muntah-muntah, menyendiri, ga mau makan dan minum, lemes, suhu rendah, dan ga bisa main.

Alhasil aku mendapat wejangan dari teman, sebut saja ka olgha, yang sangat menginspirasi hariku saat itu. Begini cara menangani kucing dengan gejala penyakit berupa muntah-muntah dan bersuhu dingin, kata beliau:

sejam sekali dipipetin pakai virgin coconut oil, atau kuning telur, atau air kelapa. Ya, kesemuanya dipipetin secara bergantian tiap jamnya. Adapun pipetnya, aku dapat dikasih dokter hewan waktu dia pernah sakit dulu. Atau bisa juga dibeli di apotek biasa.

Selain itu, karena suhunya dingin juga jadi perlu dihangatkan/diselimutin. Anehnya, si Kucing yang biasanya ga suka ke kamar mandi karena benci air, sekarang malah diem di kloset terus 🙁 Usut punya usut, setelah ku tanya ke dokter, itu karena memang ketika kucing merasa ga nyaman, ia mencari tempat-tempat dingin. Duh, nak. Boro-boro aku bisa selimutin.

Problematika muncul ketika ia sama sekali udah ga bisa dipaksa buka mulut. Biasanya caranya dengan pipi-nya rada di teken dan rahangnya dibuka, tapi ini engga. Dia super-super lemes, dan matanya udah ga fokus. Ia hanya tiduran lemes-merem-nafas pelan. Takut, banget.

Sepulang kerumah pada pukul 8 malam, meski badan kaya rasa zombie yang jalannya gatau napak gatau engga akibat malamnya insomnia dan bau kesang kereta, aku segera cek keadaan dia dan cari di google penanganannya. Horor. Google bukan teman baik untuk cek gejala penyakit, karena hasilnya mengesalkan dan bikin aku dan adik jadi menahan tangis. Walhasil kami ga tau harus ngapain, akhirnya kami mencari klinik hewan yang buka sampe malem. Ternyata ada di MIM Soekarno Hatta Bandung, alhamdulillah ya Allah. Di perjalanan, berkelebat bayangan-bayangan masa lalu kami, dan si Kucing yang tingkah lakunya menggemaskan dan super jail dan nyebelin. Cepet sembuh 🙁

Dengan cemas dan khawatir kami sekeluarga meluncur ke TKP. Begini vonis dokter:

Kemungkinan kena virus distemper. Mulutnya dan lidahnya warna putih, menandakan semacam ‘sariwan’ sehingga dia ga bisa makan dan minum dan bersihin badan. 🙁 Ia di infus dan diberi berbagai suntikan obat-obatan. Aku ingin bilang wow banget dengan klinik tersebut, karena penanganannya gesit dan cepat juga ruangan yang rapi dan lucu.

Ini sudah hampir hari ke-3 si Kucing di opname. Katanya, suhu tubuh sudah normal, tapi makan dan minum masih disuapin, dan bab nya kurang normal. Plis plis plis plis kepada para netizen mohon doanya agar si Kucing sembuh dan bisa main dirumah seperti sediakala. Karena ternyata, mau orang mencibir “kucing doang”, tapi tetep aja, sakit sekali kalau melihat dia menderita–apalagi udah ada bonding yang erat sama kita. duh nakk aku ingin tidur nyenyakkkk :”(

Please follow and like us:
0