Your Words Matter

Everyone has their own tough life. Depression, anxiety, and mental illness sometimes seems so stupid yet people who suffered has no idea how to overcome with it. A friend of mine keep telling me that he afraid he has an anxiety syndrome. He can get nervous and could not control his mind in sudden. His face become pale, his hands getting cold. He brings Al Quran everywhere he go and read it in case he feel uncomfortable.

From my perspective as nobody, it is important to be honest with ourselves. For example, if we have to cope with something great and heavy, say it. Do not hide it. At least say to ourselves and say it in our prays. In early 2015 I face something I could not imagine I can get rid of it. My world turn 360 degrees (eh, baliklg itumah). I almost change my name (thx God it didnt work). I got insomnia in several nights and I stop listening to music because, you know, some songs lyric felt so true when we sad, and they were torturing me everytime I hear them. I was blessed that I had friends who I can share my problems and thoughts with. Their hugs really made my day. At least they try keep me on track while all I want to do is get depressed. Then I realized that He would not give us things that we can not bear. It means that I am (and you are) strong enough to carry our probs. 

Yes life is full of negativity. And listen to negative people would messed up our life much more. Me always listening to what people say. I admit it. I am a 90 percent introvert (based on internet test which i am not sure whether it is true or not) and it was exhausted to be with people who “dont know” me and treat me lyke…. i was stupid. Yes being so rational and never put your feelings above all is cool. But this time I try to be honest. (Oh-my-silly-personality.) 

So after finishing war with ourselves. It is also necessary to control what should we listen and what should not. People has their own background and charactheristics that shape their opinions and thoughts about us. Which is may not right. They know only a little about what we’ve been through. And the last, do not forget to control our mouth and thumbs. Perhaps we are strong enough to face negative comments and ignore them, but we do not know that our friends might already depressed and every-single-word we say will mean so much for them. 
———menulis ini sehabis sedih karena kepoin chester bennington & mantannya awk

#gabutlyfe

Please follow and like us:
0

Kisah Iblis

Tulisan ini apa yang aku tangkap dari kajian oleh KH Athian Ali di Mesjid Al Barokah. Mengenai akidah.

Seperti yang kita ketahui, Al Quran turun secara berangsur angsur sesuai dengan kondisi saat itu, agar lebih mudah diamalkan. Kecuali sholat, ibadah ibadah ritual lainnya diturunkan di Madinah di 10 tahun terakhir kenabian. Belom ada suruhan zakat, haji, shaum, dll. Karena apa? Karena di awal tahun kenabian, Allah menurunkan wahyu perihal akidah dan keimanan, baru kemudian perintah perintah ibadah ritual menyusul. 

Kalau ditilik tilik, semua perintah ibadah dalam Quran diawali dengan “wahai orang beriman”. Sperti perintah sholat, shaum, dst. Tidak ada “yaa ayyuhan nass” sebagai awalan perintah sholat. 

Artinya apa? Sebelum kita melakukan berbagai perintah Allah, kita harus make sure kalau kita berada di golongan “orang beriman”. 

Dalam QS Ibrahim:25, orang beriman itu bagaikan pohon. Akarnya menghujam kuat, batangnya kokoh, dan berbuah banyak. Akar ini menurut berbagai tafsir adalah akidah/keimanan. Ga mungkin kita berbuah banyak kalau akar aja tidak ada.

Apa itu keimanan? Ya, keimanan hanya bisa dilihat dari hati, dan yang maha mengetahui hati hanyalah Allah SWT. Keimanan pada Allah artinya menerima (tidak meragukan sedikitpun) 6666 ayat dalam Al Quran juga tidak kurang 5000 hadist Rasulullah. 

Kalau ada satu ayat saja yang kita ragukan, maka bye. Bukan masuk ke golongan “beriman”. Mau sehebat apapun ibadahnya, kalau dia ragu mengenai ayat tentang hukum waris, maka ia ga percaya Allah (artinya ga beriman). Kalau dia umroh tiap taun, tapi ga percaya satu aja ayat Quran, maka percuma. (Mau sebut satu ayat contoh lagi, tapi takut disangka nyepet huhu)

Contoh kasusnya adalah iblis. Golongan jin telah mengabdi pada Allah selama 80.000 tahun. Apakah iblis itu percaya Allah adalah Tuhan? Ya, sangat percaya. Toh dia sudah sering berdialog dengan Allah. Apa kesalahan iblis sehingga ia jadi disebut ga beriman? 

Cuman satu, perintah yang iblis tolak dari Allah. Cuman satu. Yaitu ga mau sujud pada Nabi Adam. Sisanya? Mereka hebat sekali ibadahnya. Hanya satu perintah yang ia ragukan membuatnya langsung “kekal di neraka”. 

Mari kita berkaca. Berapa ayat yang ga dipercayai? Yang butuh analisis dan kondisi lebih logis untuk bisa kita percayai? Jangan sampai kita lebih iblis daripada iblis yang sebegitu ragunya sama ayat ayat Allah. Iblis aja hanya satu perintah yang ia tolak, bisa berakibat fatal. Kita yang beribadah belum 80.000 tahun, apakah berani meragukan satu ayatnya?

Nauzubillahiminzalik. Semoga Allah menetapkan kita dan menguatkan kita untuk selalu berada dalam DienNya.

Lalu apa pentingnya menjadi “beriman”? Beriman adalah satu satunya cara membayar tiket surga. Ibarat kata ada orang hampir tiap hari males solat, tapi dia yakin sama semua perintah Allah. Maka tiket surga udah digenggaman. Tapi balik lagi kaya tadi, meski ia sholat sampe jidat item tapi menolak satu ayat, maka melayanglah tiket itu. 

Pada akhirnya, amal soleh dan amal salah orang beriman akan menentukan seberapa lamanya ia singgah dineraka sebelum akhirnya ke surga. Maksiat banyak tapi iman ada, maka, ya, dia masuk surga. Tapi gatau kapan. 

Please follow and like us:
0

Acceptance

Tahun ini dirisaukan dengan banyak pilihan dan hal hal yang masih ditunggu kepastiannya. Akhirnya aku menyadari, bukan hanya kekosongan dan kegagalan yang membuat aku mempertanyakan keberadaan iman pada takdir dalam diri. Tetapi juga menerima “rezeki-rezeki” yang masih belum diinginkan.

Lapangkanlah untukku dadaku, luaskan dan dalamkan sedalam samudera, agar hati ini tunduk menerima segala hal yang tidak bisa aku usahakan lagi, menerima jalan lain yang belum diinginkan. Nulis dan bicara mudahnya luar biasa, tapi proses ini, kenyataannya, menghabiskan banyak malam dan air mata (ea alay).

Mungkin jawabannya ada di 1-2-3-4-5 tahun kedepan, sekarang hanya perlu sabar. Duh, hanya.

IMG_20170630_164952_260

Tbh this post is exaggerated bcause I write at 11 which means all thoughts and feelings become more irrational

Please follow and like us:
0