Back to school

Aku bosan

Tetapi bosan itu teruapkan oleh matahari lalu ia terbang ke langit. Kelak akan menjadi awan menyebalkan, semenyebalkan saat ia terkurung dalam diriku.

Tetapi tidak pernah lagi aku bosan pada laut. Untungnya, langitpun. Meskipun disini lagi, dan orang itu lagi, dan diriku yang ini lagi, dan hal hal yang kamu benci, yang menempel padaku. 

Selalu kubilang tak peduli, padahal peduliku selalu menyatu dengan bosanku.

Please follow and like us:
0

Semua tuhan itu sama?

Kenapa kalimat tauhid itu bukan ‘Tuhanku adalah Allah’. Kenapa harus ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’?

Itu adalah bahasan dari kelas intisari quran (lagi) oleh ust Syahid di Mesjid Al latif minggu minggu lalu.

Padahal, bukankah kedua kalimat itu ‘terlihat’ sama aja?

Kalau kita mau kilas balik. Mari tengok kisah Bilal yang tak henti menggumamkan ‘Ahad.. ahad… ahad’ ketika Umayyah memaksanya kembali menyembah Latta, Uzza, dan Manat. Ahad itu artinya satu (bisi belom tau). Bilal tidak mau menyamakan kedudukan Latta Uzza Manat dengan Allah. Kalau kalimat tauhid itu ‘Tuhanku adalah Allah’ artinya tidak ada larangan untuk memiliki zat lain yang dijadikan tuhan termasuk berhala berhala tadi. Maka harusnya Bilal bisa nyebut juga latta uzza manat. Tapi kan enggak. 

Sebenarnya musyrikin Makkah di jaman Rasul merupakan penyembah Allah SWT. Tetapi mereka juga meyakini bahwa berhala berhala sekitar ka’bah merupakan ‘perantara’ yang juga dianggap tuhan. 

Apakah karena mereka menyembah Allah lantas mereka Islam? Tidak. Karena mereka memiliki zat zat lain (berhala) yang mereka anggap sama kedudukannya dengan Allah. Padahal dasar berislam adalah kalimat ‘tidak ada Tuhan selain Allah’

Pun kalau ditarik kedalam kehidupan sehari hari, seharusnya kita lebih hati hati. Jangan sampai ada hal hal lain yang kedudukannya sama bahkan melebihi Allah di dalam kehidupan kita.

Seperti takut pada manusia yang takutnya melebihi rasa takut kita pada Allah. Atau sebaliknya, terlalu mencintai seseorang sampai sampai lupa pada Allah.

Pun keinginan dan hawa nafsu sendiri. Jangan sampai keinginan kita didewakan sehingga menerobos semua aturan Allah. Atau parahnya, sampai membuat kita meninggalkan Allah. Yaaa ini bahasan yang enak ditulis tapi dilakukan mah luwarbiasa susah dan kadang suka ga sadar. 

Isu kekinian sih isu toleransi. Jangan sampai kita termakan quotes bahwa semua agama itu sama. Atau ‘semua tuhan’ itu sama. Dari luar kalimat itu terdengar adem dan panutan abis. Tapi perkataan ‘baik’ tadi itu menjadi kalimat yang mengusik ‘laa ilaaha illallah’ kita secara tidak sadar. 


Pengampunan (At-Tawbah):24 – Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


Sapi Betina (Al-Baqarah):165Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

Please follow and like us:
0

Sarang Laba Laba


Hasil dari ceramah tarawih oleh ust Hanan Attaki kemaren di acara Ngabuburide oleh Shift (Pemuda Hijrah) di Lapangan Pussenif adalah mengenai cara mengatasi masalah yang dikaji dari Al Ankabut:69. Kata beliau, surat Al Ankabut ini memang isinya mengenai permasalahan permasalahan dan gimana menghadapinya. Yak lumayan nambah referensi, kalau lagi bingung dan butuh jalan, surat ini enak untuk dibaca (karena relatable). 

Isinya seperti ini

“Jalan-jalan Kami” yang dimaksud adalah jalan jalan keluar atas permasalahan kita. 

Allah menjanjikan penyelesaian masalah dengan syarat: berjihad (untuk mencari KeridhoanNya). Berjihad bukan hanya dalam arti sempit, tetapi termasuk beribadah kepada Allah dan mencari jalan keluar apa yang diridhoi Allah. Contoh berjihad disini yang dipaparkan beliau adalah sholat.

Saat kita memiliki banyak masalah, sangat wajar kalau ingin cerita ke temen, main, jalan jalan, atau dengerin lagu. Tetapi sebelumnya, sholatlah dulu. Karena tidak ada yang lebih berkuasa atas masalah kita selain Allah SWT.

Bukankah kita percaya bahwa Allah bisa mengatur langit, semesta, dan bumi sendirian? Kalau dibanding masalah kita mah masya allah, bagaikan butiran cengek (cabe rawit) dikeripik maicih. Atau bagaikan sebutir garam dilautan. 

Mau dia ditiup, mau di buang, mau ditelen, atau didiemin dan ga dipeduliin, akan sangat gampang bagi Allah. Padahal si butiran garam itu bagi kita mah berasa masalah paling segunung yang bikin ga tidur 7 hari 7 malem. Berasa ga akan ada jalan keluarnya. Berasa ga mungkin bisa selesai. 

Misalnya contohnya masalah mencari jodoh (duh ini mulu). Ini contoh bukan dari aku ya, tapi dari ust hanannya. Aku tidak mau kode dan tidak maksud apapun. Wkwkkw

Saat kita menyukai orang, cara paling ampuh untuk mendekatinya adalah dengan mendekati Pemilik hatinya. Siapa? Allah SWT. Mohonkan padaNya supaya hati si orang itu mau menerima, begitupun dengan keluarganya. Karena urusan hati manusia juga bagi Allah mah kecil. Tinggal dibalik balik bagaikan kita membolak balik bola pingpong. Karena ga ada jaminan kalau kita mendekati orangnya ia akan seketika nerima. 

Sama halnya dengan masalah lain seperti perasaan sombong, sedih, marah, sempit. Mintalah pada Allah agar dilapangkan dada ini dan ditenangkan. Hati ini bukan milik kita. Tapi milik Allah. 

Balik lagi, cara memintanya adalah dengan sholat. Sholat terbaik. Biarkan air mata (dan ingus) membasahi muka bahkan baju kita. Karena kita lemah dihadapanNya. Ga semua keinginan kita tercapai sendirian. Ga semua ujian bisa kita lewati dengan gampang. Tundukkan setunduk tunduknya hati dan ego masing masing agar Allah memberikan jalan jalanNya dan berbagai kemudahan untuk urusan kita. 

Kalau Allah udah janji, mana bisa kita sebagai muslim meragukannya? Siapa lagi yang paling menepati janji selain Allah?

Adapun surat Al Ankabut menceritakan bahwa orang yang menggantungkan masalahnya kepada selain Allah, perumpamaannya seperti sarang laba laba. Sekali tiup, hancur.

Please follow and like us:
0