Journal

Can’t believe 2015 was 2 years ago when it feels like yesterday. Yet those memories I wrote on my journal, I almost forgot, but thx to past-shofia who had intention to write down journal so your future-shofia (2017-shofia, i mean) can remembered it all agaiin. 

When I see words there in my journal like ‘blue’, ‘diving class’, suddenly the memories play in my mind like I back to those moments again. I can also feel the emptiness or happiness occured in those 2015-days. 

It’s not that necessary, really. But…it just to make sure that I had lived in my past. You know sometimes, past, dreams, and imagination become mixed that I cant conclude is it ever really happened or only in my mind. Or is it just me?

Today I am going to move with all of family of course, then I packed my books and found that diary that I havent write for like…2 years?

Well, write down journals or letters to future yourself will be fun and give you mixed feelings, I thought.

Please follow and like us:
error0

My name’s Blurryface and I care what you think

Meski kita ga pernah ngomong atau bertindak atas tanggapan perlakuan orang lain ke kita, tapi bisa jadi delikan mata tidak suka mereka menyentuh hati kita terlalu dalam. Atau menghindari bicara dengan kita secara implisit, bisa membuat 3 tahun kemudian masih kita ingat dan mempertanyakan apa salah kita padanya.

Bohong rasanya kalau kita benar benar bisa jadi orang yang paling ga peduli dengan anggapan orang. Setidaknya kita selalu butuh saran orang lain untuk menentukan pilihan yang pelik.

Bahkan banyak sekali perkataan atau tindakan orang yang masih kadang muncul atau bahkan kepikiran. Meskipun ga akan mengakibatkan efek apa2 dalam perilaku, tapi sekedar dipikirinpun kadang cukup melelahkan.

Maka benar bahwa “mulutmu harimaumu”. Bahwa kita benar benar harus jaga bicara dan tindakan pada sesama. Karena bisa jadi itu menyakiti mereka hingga bertahun-tahun kemudian, sementara dengan tanpa dosanya kita melupakan perlakuan dan perkataan buruk kita itu.

Sayangnya dijaman semua orang bisa ngetik dan berkirim sesuka hati ini, semua orang semakin menyalahkan dan menyakiti orang lain secara sadar maupun sangat sadar.

Tapi yang paling ga banget adalah orang yang ketemu gede lalu merasa paling kenal dengan temannya sehingga bisa menjudge sesuka hati. Tidak, kita tidak pernah kenal siapapun sampai berhak menjudge atau bergosip, apalagi kawan yang topik obrolannya tidak pernah sampai mengenai masalah keluarga atau rahasia masa lalu. Kecuali kamu adalah malaikat tanpa dosa.

Pinterest

Sebenarnya ini tulisan mungkin agak hiperbola. Maksud dan tujuannya adalah kita ga tau seberapa efek dari apa yang kita katakan atau perbuat bagi orang lain jika kenal aja hanya sekedar say hi. Maka jagalah.

Please follow and like us:
error0

Things we are all (should) jealous of

Rasanya memalukan hidup sudah cukup lama tapi terlalu sering merasa hampa. Hidup selama ini sudah menghabisi banyak perjuangan, peluh dan keringat, tapi sudah melakukan apa? Sebermanfaat apa? Seberapa banyak aktivitas yang melibatkan Allah?

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah SWT…”

Semoga ayat yang sangat sering kita dengar dan ucap diatas bukan hanya sekedar cuap-cuap semata tanpa menghadirkan hati. Sudah bukan saatnya lagi mengevaluasi hidup kita dengan melihat standar kehidupan orang lain. Buatlah standar lebih tinggi lagi yaitu dengan menjadikan Allah sebagai tujuan dari setiap aktivitas.

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
(Al Kahfi: 103-105)

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al-Kahfi: 46)

Ya, orang lain sudah bekerja dengan suksesnya,  sudah kuliah lagi dengan cumlaudenya, sudah mengelilingi dunia, dan sudah-sudah yang lainnya. Tapi ingat, saat semua mati, semua pencapaian itu tidak akan tertulis dinisan menjadi pridenya hingga kiamat. Tidak akan. Kecuali Allah dihadirkan dalam setiap hal-hal tadi, maka pride itu tertulis abadi di buku yang akan kita terima dengan tangan kanan.

Dewasalah, gapai hal-hal yang akan abadi dan dicintaiNya. Capai semuanya dengan harapan tidak akan putus dan berakhir saat nyawa meregang. Setiap hari bangun pagi pulang sore, berkeringat, dan memutar otak, semoga usia semua usaha-usaha itu tidak pendek sependek umur manusia.

Kejar semua dengan tujuan yang abadi dan manfaat yang mengalir. Supaya setiap peluh tidak sia-sia mengucur. Supaya setiap tangis air mata menjadi saksi penolong kita saat kesulitan mencari syafaat. Bukankah cukup menyedihkan jika semua pencapaian dan perjuangan itu berhenti saat kita mati? Yang mana esokpun kita bisa saja mati.

Berjalanlah bekerjalah belajar tinggilah hanya untuk Allah.

Bukan, bukan klise. Belajarlah jika dengannya kita semakin memahami keteraturan semesta sehingga semakin menebalkan iman kita mengenai kekuasaanNya. Belajarlah jika dengannya masa depan manusia akan lebih baik. Belajarlah jika dengannya akan tercipta generasi-generasi beriman dan berkualitas.

Bekerjalah jika dengannya kita bisa berinfak, membersihkan harta, dan berjuang di jalanNya. Bekerjalah jika dengannya kita akan melahirkan keluarga yang dijaga dari api neraka. Berjalanlah keliling dunia jika dengannya kita menjadi lebih yakin akan keteraturan yang Allah ciptakan dimuka bumi.

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
(QS. Jumu’ah: 10)

Cukup sudah belajar, bekerja, dan beraktivitas hanya untuk dilihat manusia. Hanya untuk menyelamatkan diri dari pertanyaan saat hari raya. Hanya untuk menyelamatkan perasaan bersalah karena tidak menjalani apa yang umumnya manusia jalani. Karena jika itu yang mendasari, maka kematian menjadi benar mati untuk semua peluh kita. Lalu kita hilang dan terlupa seperti tidak pernah hidup.

Maka, sungguh tidak perlu merasa iri pada kesuksesan yang terlihat mata.

Tidak ada iri hati (yang diperbolehkan) kecuali terhadap dua perkara, yakni :

  1. seseorang yang diberi Allah berupa harta lalu dibelanjakanannya pada sasaran yang benar, dan
  2. seseorang yang diberi Allah berupa ilmu dan kebijaksanaan lalu ia menunaikannya dan mengajarkannya.

(HR Al Bukhori)

Maka sungguh rugi jika sebagai orang Islam, kita rela memisah-misahkan Allah dan Islam dari setiap aktivitas padat yang kita jalani. Tutup telinga jika ada yang berkata bahwa tujuan hidup kita cukup bodoh karena tidak sama dengan standar kesuksesan manusia pada umumnya. Kita mempercayai hari kemudian, dan sudah menyimpan tujuan disana sejak hari ini. Dengan begitu, syukur dapat terjadi setiap waktu tidak peduli berapa materi yang dihasilkan.

“Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya

(Hadis Riwayat Muslim)

xt

Please follow and like us:
error0

DeJavu

Hati ini cukup teriris setelah membaca mengenai runtuhnya peradaban Islam terbesar yang meliputi Eropa, Asia, dan Afrika–Turki Utsmani–yang didalamnya pernah ada panglima dan pasukan terbaik yang sudah diprediksi oleh Rasulullah, yang menaklukan konstatinopel.

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal, Al-Musnad 4/335]

Ya, Muhammad Al-Fatih, atau Sultan Muhammad II. Tapi gak bahas itu dulu karena bukunya Al Fatih mah udah banyak. Jadi ini mengenai bagaimana hilangnya kekhalifahan utsmani dan berdirinya republik turki. Dari berbagai kisahnya yang penuh intrik dan taktik, ini adalah inti dari alur bagaimana cara mereka bisa menghilangkan kekhilafahan Turki Utsmani.

Barangkali kita bisa mengambil pelajaran dan ga akan dibodohi lagi oleh orang-orang yang menjual agamanya untuk kehidupan dunia. Supaya gak polos-polos amat untuk selalu percaya bahwa semua orang itu baik dan ga punya motif apapun.

  1. Kelemahan pertama kali yang timbul adalah lemahnya keteguhan 20 sultan-sultan terakhir terhadap Islam. Penyakit wahn timbul–cinta dunia dan takut mati. Beberapa pasya/gubernur sudah mulai minum arak dan korupsi. Intinya beliau2 sudah mulai duniawi. Udah gitu banyak utang pula.
    .
  2. Para pelajar banyak dikirim ke barat oleh Sultan supaya belajar disana. Ternyata pas pulang mereka membawa pemahaman sekuler ala eropa yang dihembuskan ke masyarakat. Sehingga ada sebuah geng bernama young turk yang masuk kedalam Comitee of Union and Progress (CUP).
    .
  3. Yahudi berkeinginan merebut Palestina yang saat itu milik Turki Utsmani. Di pelopori oleh Theodore Herzl. Cara pertama mereka yakni mendatangi Sultan langsung. “Kita bayarin utang2 kalian tapi kita boleh beli Palestina” gitu katanya. Tapi sultan ga mau. (kemudian Kongres Zionis Internasional pertama terjadi di Swiss, 29-31 Agustus 1897)
    .
  4. CUP ini  pelan-pelan mengganti pejabat-pejabat pemerintahan yang sesuai keinginan mereka. Mereka tidak suka akan pemahaman Islam dan ingin diganti, terlebih setelah udah ada young turk yang paham barat banget. Karena apa? Karena Freemason udah masuk ke CUP/young turks.
    .
  5. Sultan bergerak menjadi boneka dari orang-orang dibelakangnya. Sultan Abdul Hamid secara personal adalah orang yang sholeh. Tapi sistem pemerintahan sudah mulai jelek. Mereka sempat menggunakan pemerintahan absolut. Sekuler sudah masuk sedikit-sedikit. Belum lagi pejabatnya bukan dari orang yang memang mampu jadi pejabat.
    .
  6. Said Nursi sebagai ulama tersohor saat itu mencoba mengkritik pemerintah agar menjadi negara yang merdeka dan berkonstitusi. Namun sultan dan bayang-bayangnya menolak bahkan sempat Said Nursi hampir dihukum dan dipenjara. (meski pada akhirnya memang dipenjara)
    .
  7. Said Nursi memiliki banyak pengikut, sehingga cara untuk “meredam” suaranya ga boleh pakai kekerasan. Tapi beliau diiming-imingi jabatan dan gaji yang besar. Tapi ditolak.
    .
  8. Pendidikan Islam mulai sulit dan pendidikan sains modern lebih banyak dikembangkan. Pendidikan Islam dipisahkan dari pendidikan modern. Said Nursi protes juga agar keduanya seimbang. Lagi-lagi dibungkam oleh sultan dan bayangan. Ia dianggap memasuki ranah politik dan dihukum. Akhirnya tetap bebas karena setelah diserahkan ke gubernur, gubernur tidak mengerti apa salahnya Said Nursi.
    .
  9. Saat perang dunia 1, kondisi khilafah Utsmaniyah lagi lemah dan ga mungkin ikutan. Tetapi dihasut oleh si bayang-bayang yang berasal dari Freemason, sehingga ikutanlah bersama pihak Jerman dan Rusia. Tapi kan kalah ya.
    .
  10. Setelah kalah, Turki Utsmani akhirnya mau ga mau merelakan wilayahnya untuk dibagi-bagi ke sekutu. Palestina diserahkan ke Inggris yang ternyata oleh inggris dikasihin ke Yahudi.
    .
  11. Mustafa Kemal Attaturk, muncul dan menjadi figur komandan militer yang diagung-agungkan saat itu. Saat Inggris datang dan mengawasi Kekhilafahan Utsmani. Bahkan dibilang “Khalid bin Walid”nya jaman mereka..
    .
  12. Isu-isu dimunculkan bahwa yang membela Inggris adalah jihad dan yang membela ulama adalah pemberontak. Semua serba terbalik-balik.
    .
  13. Inggris memaksa agar mereka mengeluarkan fatwa bahwa melawan Inggris itu haram. Supaya rakyatnya ga ada yang memberontak saat Inggris berusaha menguasai dan mempreteli Islam. Dan yang memberontak wajib dibunuh. Berhasil lah keluar fatwanya.
    .
  14. Para ulama membuat fatwa tandingan yang menghalalkan melawan pemberontak. Mustafa Kemal Attaturk kemudian melawan Yunani sampe menang dan akhirnya gencatan senjata dengan Inggris. Dia makin “wah” dimata masyarakat Turki Utsmani. Citranya sangat positif.
    .
  15. Gencatan senjata turki dan inggris membuat kekuasaan Turki Utsmani sepenuhnya di tangan Mustafa Kemal Attaturk. Begitulah bagaimana musuh-musuh Islam mengggerogoti kita dari dalam. Dari mulai “menghilangkan islam perlahan” dari dalam diri masing-masing dan menebar pemahaman atheis dan sekuler.

.

Setelah itu, seperti yang kita ketahui, ditangan dia lah kekhilafahan Islam diganti menjadi sekuler yang sangat radikal. Semua bahasa arab dan persia dimusnahkan. Mesjid-mesjid di tutup atau dijadiin gereja. Baju Islami dilarang dan pakaian barat wajib. Pesta campur perempuan laki-laki pertama setelah 6 abad terjadi di Istanbul, sambil minum arak dan berbaju minim.

Azan dan bacaan Quran semua diganti jadi bahasa turki. Yang berani azan pake bahasa arab langsug dibunuh. Pun yang belajar Islam dan Quran. Semua simbol Kekhilafahan Utsmani dihilangkan. Patung dan tugu dibuat di kota-kota. Pernikahan beda agama boleh. Yang masih “Islami” akan dipenjara atau dihukum mati. Padahal dulu dia dielu-elukan masyarkat sampai di bilang seperti Kholid bin Walid. Eh ternyata ada udang di balik batu.

Gak heran kenapa di sinetron cinta di musim cherry ga ada rasa islamnya padahal mereka udah 6 abad memakai kekhilafahan utsmani. Ternyata sudah seradkal itu pemusnahan Islam oleh Mustafa Kemal Attaturk. Naudzubillah.

sumber inspirasi: Api Tauhid oleh Habiburrahman El-Shirazy

Please follow and like us:
error0