Aku sudah mempersiapkan perkataan dan kalimat untuk menghiburnya, yang terlalu sering kehilangan. Lima tahun lalu, ia tertawa dan menggodaku saat aku datang bersama seorang teman lelaki, hei, ia menghancurkan kalimat-kalimat indah yang aku buat sepenuh hati untuk menghiburnya. Itu hari dimana adiknya–adik kembarnya, berpulang karena sebuah kecelakaan. Sial, bisa-bisanya membahas kehidupanku saat ia berada dalam…Lanjutkan Membaca “Happiest”

don’t avoid the thing that scares you.

Mungkin semua orang pernah ngerasain perasaan dan kecemasan bahwa kematian semakin mendekati dirinya. Misalnya waktu lagi sakit parah, kalau lagi gempa, hujan besar dan petir, atau saat insomnia di malam hari, saat mendengar pengumuman mesjid bahwa ada seorang tetangga yang diambilNya, atau juga saat lagi ngelamun kemudian pikiran-pikiran itu menyergap membuat kita ketakutan. Pernah ga…Lanjutkan Membaca “don’t avoid the thing that scares you.”

10 tahun lalu aku memberikan ayah sebuah kado ulang tahun berbungkus kado merah. Sebuah buku berjudul: Dilarang Merokok! Bukunya sekecil bungkus rokok juga setebal bungkus rokok. “Ayah harus baca yah!” Kataku saat itu. Ayah hanya ketawa dan mengiyakan lalu mengambil buku kecil tersebut. Hari ini aku memiliki perspektif lain terhadap ayah dan rokoknya yang membuatku…Lanjutkan Membaca “Tujuh juli.”

Pascalulus #1

Terlihat dua orang sedang mengobrol serius b: Sekarang kamu sibuk ngapain? a: Sibuk nyari temen yang pengen ditemenin b: Hmmm….oh….ok…. sumber gambar: buzzfeed. Btw semua gambar di blog ini bersumber dari tumblr/buzzfeed/pinterest/sendiri.   Please follow and like us:0

Perempuan Di Balik Jendela

Kurang lebih sudah 10 tahun kamu selalu berdiri di balik jendela tempat tinggalku. Aku ingat betul, setiap hari Kamis pukul 10, kau selalu berpijak disitu hingga pukul 10.30. Lalu pergi. Aneh sekali. Tahun-tahun pertama, kamu datang bersama dengan tangisanmu dan teriakanmu akan namaku. Kukira kau sudah gila sehingga aku hanya menertawakanmu dari dalam sini, dan…Lanjutkan Membaca “Perempuan Di Balik Jendela”